Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menilai prospek lini asuransi marine cargo masih memiliki peluang pertumbuhan yang positif sepanjang 2026. Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan hal itu didukung sejumlah faktor.
Dody menyampaikan salah satunya adalah pertumbuhan volume perdagangan internasional Indonesia, serta kinerja ekspor komoditas unggulan, seperti Crude Palm Oil (CPO), batu bara, dan produk manufaktur.
Baca Juga: Simpanan Rupiah Bank Berkurang, Pelemahan Kurs Terancam Semakin Dalam
"Selain itu, didukung juga peningkatan aktivitas logistik dan pelayaran nasional, serta meningkatnya kebutuhan manajemen risiko rantai pasok global," katanya kepada Kontan, Rabu (3/6).
Namun, Dody menyebut prospek lini asuransi marine cargo tahun ini juga diwarnai sejumlah tantangan. Dia mengatakan salah satu tantangan yang perlu dicermati adalah volatilitas perdagangan global, ketidakpastian geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar.
"Ditambah, proses penyesuaian terhadap kebijakan ekspor satu pintu (via PT Danantara Sumberdaya Indonesia/DSI) yang saat ini sedang memasuki masa transisi," tuturnya.
Oleh karena itu, Dody memperkirakan pertumbuhan bisnis marine cargo pada 2026 akan tetap positif, tetapi akan sangat dipengaruhi oleh kelancaran implementasi kebijakan baru tersebut, serta dinamika perdagangan internasional.
Terkait kinerja, dia mengatakan portofolio lini asuransi pengangkutan atau marine cargo insurance belum terlalu signifikan di Asei. Namun, lini bisnis itu menjadi salah satu yang penting bagi Asei mengingat keterkaitannya dengan aktivitas perdagangan nasional dan ekspor-impor.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Asei membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp 469,12 miliar per April 2026.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tekan Biaya Kesehatan, Ini Kiat Asuransi Astra Kelola Klaim Kesehatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













