Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (Tokio Marine Indonesia) menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja asuransi marine cargo pada tahun ini, di tengah masih adanya tantangan dinamika geopolitik global.
Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, menyadari bahwa dinamika geopolitik global dapat memengaruhi arus perdagangan dan rute logistik global.
Oleh karena itu, dia bilang perusahaan secara aktif melakukan pemantauan risiko negara dan rute pengiriman.
"Khususnya terhadap potensi perubahan kebijakan tarif, pembatasan perdagangan, maupun penyesuaian jalur distribusi," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: AAUI: Asuransi Umum Bisa Ambil Peluang Ini untuk Dorong Kinerja Asuransi Marine Cargo
Selain itu, Sancoyo menyampaikan Tokio Marine Indonesia juga akan menerapkan underwriting yang disiplin, serta memastikan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku.
Pada tahun ini, Sancoyo menerangkan Tokio Marine Indonesia menargetkan pertumbuhan premi asuransi marine cargo sekitar 8%. Dia bilang pihaknya akan berfokus pada kualitas portofolio, bukan sekadar volume.
Untuk mencapai target itu, Sancoyo mengungkapkan pihaknya akan melakukan pengelolaan risiko yang disiplin, penguatan kerja sama dengan broker dan mitra logistik.
"Ditambah, melakukan peningkatan layanan, terutama proses klaim yang cepat dan transparan," tuturnya.
Pada 2025, Sancoyo menerangkan kinerja premi asuransi marine cargo perusahaan relatif stabil, meskipun mengalami sedikit penyesuaian dibandingkan 2024.
Baca Juga: Asuransi Properti Topang Pendapatan Premi Asuransi Umum di Semester I-2025
Dia mengatakan hal itu dipengaruhi oleh perubahan rute pengiriman, kenaikan biaya logistik, serta penyesuaian rantai pasok akibat kondisi geopolitik global.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi, Tokio Marine Indonesia mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 1,90 triliun per akhir 2025, sedangkan klaim bruto perusahaan mencapai Rp 1,13 triliun per akhir 2025.
Adapun perolehan laba setelah pajak mencapai Rp 268,19 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













