kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Asei Ungkap Faktor yang Bisa Mendorong Rasio Klaim Asuransi Kredit


Sabtu, 26 September 2026 / 16:20 WIB
Asei Ungkap Faktor yang Bisa Mendorong Rasio Klaim Asuransi Kredit
ILUSTRASI. PT Asuransi Asei Indonesia menyebut sejumlah faktor yang bisa memengaruhi tingkat rasio klaim asuransi kredit di industri asuransi umum ke depannya (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menyebut sejumlah faktor yang bisa memengaruhi tingkat rasio klaim asuransi kredit di industri asuransi umum ke depannya. Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menerangkan salah satu faktornya adalah pertumbuhan kredit yang terlalu cepat tanpa diikuti kualitas underwriting.

Dody bilang hal itu terlihat dari posisi kredit perbankan pada Agustus 2026 yang tumbuh 13,65% Year on Year (YoY), dengan kredit investasi bahkan tumbuh 25,11% dan kredit modal kerja 11,45%. Dia menjelaskan pertumbuhan tersebut positif bagi ekonomi.

"Namun, bagi asuransi harus dipastikan bahwa ekspansi volume tidak menurunkan kualitas risiko yang masuk ke portofolio," ucapnya kepada Kontan, Kamis (25/9).

Dody menyampaikan industri asuransi umum juga perlu memperhatikan konsentrasi sektor. Dia bilang portofolio kredit yang terlalu terkonsentrasi pada sektor tertentu dapat menyebabkan klaim meningkat secara bersamaan, ketika sektor tersebut mengalami tekanan.

Baca Juga: Allianz Utama Perkuat Diversifikasi Portofolio di Tengah Premi Properti yang Lesu

Selain itu, faktor pelemahan kemampuan bayar debitur juga perlu diperhatikan industri asuransi umum. Dody menyebut perlambatan omzet perusahaan, tekanan margin, kenaikan biaya produksi, maupun penurunan daya beli dapat meningkatkan probability of default, meskipun kredit macet industri perbankan secara agregat masih relatif rendah.

Dody menyampaikan industri perlu memperhatikan risiko Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta debitur dengan leverage tinggi. Dia menyebut segmen itu perlu dimonitor, karena sensitivitasnya terhadap perubahan cash flow dan kondisi ekonomi biasanya lebih tinggi.

Pertumbuhan consumer lending dan pembiayaan Buy Now, Pay Later (BNPL) juga perlu diwaspadai. Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat BNPL perbankan per Juli 2026 tumbuh 31,22% YoY, sedangkan BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 54,65% YoY.

"Pertumbuhan cepat tersebut perlu diikuti pengawasan kualitas debitur dan affordability assessment," ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody juga menerangkan industri perlu memperhatikan perkembangan sektor pembiayaan digital. Berdasarkan data OJK, outstanding fintech peer to peer (P2P) lending per Juli 2026 tumbuh 24,76% YoY dan tingkat kredit macet secara agregat atau TWP90 berada di level 4,32%.

Dia menjelaskan hal itu menunjukkan bahwa kualitas kredit pada segmen pembiayaan digital tetap perlu menjadi perhatian, terutama jika terdapat eksposur asuransi pada portofolio tersebut.

Baca Juga: Menilik Peluang Pawsure di Tengah Biaya Perawatan Hewan yang Meningkat

Kondisi makro dan geopolitik juga menjadi faktor lain yang bisa memengaruhi rasio klaim asuransi kredit. Dody mengatakan ketidakpastian global, volatilitas harga komoditas, konflik geopolitik, nilai tukar, dan tekanan inflasi dapat memengaruhi cash flow debitur.

"Pada akhirnya, hal itu dapat meningkatkan risiko default," kata Dody.

Asal tahu saja, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kredit di industri asuransi umum tumbuh 9,3% YoY, menjadi Rp 9,32 triliun pada semester I-2026. Adapun klaim asuransi kredit meningkat 32,7% YoY menjadi Rp 9,28 triliun.

Jika ditelaah, rasio klaim yang dibukukan untuk asuransi kredit meningkat dari 82,1% pada semester I-2025, menjadi 99,6% pada semester I-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×