Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas bisnis internasionalnya di kawasan Timur Tengah. Hingga Maret 2026, aset kantor cabang luar negeri (KCLN) BSI Dubai tercatat tumbuh 31% secara tahunan (YoY) menjadi sekitar US$ 97 juta atau setara Rp 1,7 triliun.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan pertumbuhan aset tersebut didominasi pembiayaan korporasi atau corporate financing yang porsinya mencapai sekitar 90%.
Selain pembiayaan, BSI Dubai juga menyediakan layanan treasury, trade finance, hingga documentary collection bagi eksportir dan importir yang memiliki transaksi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).
“BSI Dubai juga memfasilitasi layanan treasury, trade finance dan documentary collection bagi eksportir maupun importir yang mempunyai transaksi dengan UAE ke Indonesia atau sebaliknya,” ujar Wisnu kepada Kontan.co.id, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Gaet Dukungan BSI, International Islamic Expo 2026 Targetkan Transaksi Rp 115 miliar.
Menurutnya, potensi bisnis di pasar Uni Emirat Arab dan Timur Tengah masih sangat besar. Apalagi Dubai menjadi salah satu international hub yang menjadi basis banyak perusahaan Indonesia maupun perusahaan global.
Karena itu, BSI optimistis pertumbuhan bisnis KCLN Dubai masih dapat terus meningkat pada tahun ini.
“Hadirnya KCLN BSI Dubai diharapkan dapat menjadi jembatan layanan keuangan dan memperkuat kerja sama ekspor-impor dengan berbagai perusahaan di Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Catat Laba Rp 2,80 Triliun pada April 2026
Tak hanya di Dubai, BSI juga tengah mempersiapkan ekspansi baru di Arab Saudi. Perseroan berencana membuka kantor cabang di Jeddah untuk memperkuat penetrasi bisnis halal dan ekosistem haji serta umrah.
Menurut Wisnu, langkah tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah haji dan umrah terbesar di dunia.
“Saat ini kami tengah mempersiapkan pembukaan cabang Bank Syariah Indonesia di Arab Saudi, tepatnya di Jeddah untuk menggarap ekosistem halal termasuk ekosistem haji dan umrah,” ujarnya.
Baca Juga: QRIS Antar Negara BYOND by BSI Kini Bisa Dipakai di China
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













