kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Asippindo Optimistis Prospek Kinerja Industri Penjaminan Masih Positif pada 2027


Senin, 02 November 2026 / 15:57 WIB
Asippindo Optimistis Prospek Kinerja Industri Penjaminan Masih Positif pada 2027
ILUSTRASI. Asippindo optimistis prospek kinerja industri penjaminan masih positif, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM (Dok Asippindo/Asippindo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) optimistis prospek kinerja industri penjaminan masih positif pada 2027. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menyebut hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meningkatkan penyaluran kredit produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Agus menyampaikan peluang pertumbuhan industri tidak hanya berasal dari penjaminan KUR, tetapi juga dari pengembangan penjaminan kredit produktif lainnya.

"Misalnya saja, pembiayaan syariah, serta penjaminan proyek dan pengadaan barang atau jasa," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Nilai Peningkatan Penyaluran Kredit Rp 400 Triliun Bisa Jadi Peluang

Ke depannya, Agus mengatakan industri penjaminan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui diversifikasi portofolio, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, digitalisasi layanan, serta peningkatan efektivitas pengendalian klaim dan pemulihan subrogasi.

Berdasarkan hal itu, Agus optimistis industri penjaminan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar pada 2027. Namun, dia bilang fokus industri bukan semata-mata mengejar peningkatan volume penjaminan, melainkan memastikan pertumbuhan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Dengan demikian, mampu mendukung UMKM, sekaligus menjaga kesehatan keuangan perusahaan penjaminan," ujarnya.

Terkait kinerja industri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp 46,30 triliun per Agustus 2026, atau terkontraksi sebesar 5,17% secara Year on Year (YoY). 

Adapun nilai imbal jasa penjaminan yang diperoleh perusahaan penjaminan per Agustus 2026 sebesar Rp 5,61 triliun, atau tumbuh sebesar 9,44% YoY. Sementara itu, OJK mencatat nilai klaim industri penjaminan mencapai Rp 5,05 triliun per Agustus 2026, atau meningkat sebesar 8% YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×