kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.168   9,00   0,05%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

CNAF Sebutkan Sejumlah Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga Kredit Kendaraan Listrik


Senin, 02 November 2026 / 12:17 WIB
CNAF Sebutkan Sejumlah Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga Kredit Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sempat menyoroti perbedaan suku bunga kredit yang ditawarkan perusahaan pembiayaan menjadi tantangan bagi calon konsumen kendaraan listrik.

Mengenai hal itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyampaikan penetapan suku bunga pembiayaan pada dasarnya mempertimbangkan berbagai aspek risiko dan karakteristik produk yang dibiayai. 

Untuk kendaraan listrik, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan multifinance dalam menetapkan suku bunga pembiayaan.

Ristiawan menerangkan faktornya, antara lain perkembangan teknologi baterai, nilai jual kembali kendaraan, perkembangan pasar kendaraan listrik bekas, serta ketersediaan infrastruktur dan layanan purnajual. 

Baca Juga: BSI: Rights Issue Masih Dibahas, Belum Kantongi Komitmen Pengendali

"Faktor-faktor tersebut perlu dicermati perusahaan sebagai bagian dari proses analisis risiko pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/11).

Lebih lanjut, Ristiawan menyampaikan dalam praktiknya, penetapan suku bunga tidak semata-mata ditentukan oleh jenis kendaraan. Kondisi di CNAF, dia bilang pihaknya menerapkan pendekatan risk based pricing, yaitu penetapan suku bunga berdasarkan profil risiko masing-masing calon nasabah, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik kendaraan dan struktur pembiayaan yang diajukan.

"Dalam menentukan suku bunga baik untuk kendaraan listrik maupun konvensional, CNAF mempertimbangkan hasil analisis risiko secara menyeluruh dengan menyesuaikan tingkat bunga terhadap profil risiko masing-masing pengajuan pembiayaan," tuturnya.

Ristiawan menerangkan CNAF juga senantiasa melakukan evaluasi terhadap kebijakan pricing dengan mempertimbangkan aspek risiko, daya saing produk, serta kemampuan bayar nasabah. Dengan demikian, dia bilang CNAF berupaya menghadirkan penawaran pembiayaan yang kompetitif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Sementara itu, Ristiawan melihat peluang pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia masih terbuka ke depannya. Hal itu seiring dengan meningkatnya pilihan model kendaraan, perkembangan ekosistem kendaraan listrik, serta dukungan pemerintah terhadap percepatan transisi energi.

Dia bilang perusahaan akan menerapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan kinerja pembiayaan kendaraan listrik. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi CNAF untuk menghadirkan skema pembiayaan kendaraan listrik dengan tingkat bunga yang makin kompetitif. 

Ke depannya, Ristiawan mengatakan CNAF berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik secara sehat, prudent, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan.

Per September 2026, CNAF mencatatkan penyaluran pembiayaan pada segmen kendaraan ramah lingkungan yang mencakup kendaraan listrik dan hybrid, sebesar Rp 1,63 triliun. Nilainya berkontribusi sebesar 30% terhadap total penyaluran pembiayaan baru perusahaan. 

Baca Juga: Volatilitas Pasar dan BI Rate Jadi Pertimbangan Ciputra Life Kelola Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×