kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.993   -56,00   -0,33%
  • IDX 7.161   112,40   1,59%
  • KOMPAS100 990   18,14   1,87%
  • LQ45 727   10,88   1,52%
  • ISSI 256   4,59   1,83%
  • IDX30 393   4,78   1,23%
  • IDXHIDIV20 488   1,01   0,21%
  • IDX80 112   1,95   1,78%
  • IDXV30 135   -0,69   -0,51%
  • IDXQ30 128   1,51   1,19%

Asosiasi DPLK Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun


Minggu, 08 Februari 2026 / 15:51 WIB
Asosiasi DPLK Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun
ILUSTRASI. Dana pensiun (CFOTO/Sipa USA via Reuters )


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi pertumbuhan aset dana pensiun pada 2026.

Ketua Umum Asosiasi DPLK, Tondy Suradiredja, mengatakan faktor utama yang menjadi perhatian adalah kondisi pasar modal yang dinamis.

"Sebab, hal itu sangat memengaruhi imbal hasil investasi peserta," ucapnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2025).

Lebih lanjut, Tondy menerangkan tantangan lainnya, yaitu mengedukasi masyarakat mengenai instrumen investasi yang dipilih, terutama terkait penggunaan skema life cycle fund.

Baca Juga: Batas Investasi Pasar Saham Naik Jadi 20%, OJK Dorong Dapen dan Asuransi Masuk LQ45

Skema itu diperlukan agar peserta memahami bahwa penempatan dana disesuaikan dengan profil risiko dan usia mereka. 

"Hal itu dirasa penting agar peserta usia muda berani mengambil instrumen yang lebih agresif untuk mengejar return yang maksimal, sedangkan peserta yang mendekati masa pensiun dapat beralih ke instrumen yang lebih konservatif guna meminimalisir dampak volatilitas pasar," tuturnya. 

Sementara itu, Tondy menilai industri perlu melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan aset pada tahun ini. Dia bilang salah satunya adalah mempercepat transformasi digital untuk memudahkan proses on boarding bagi para peserta. 

Selain itu, memperluas jangkauan ke sektor pekerja informal dan menggalakkan program edukasi agar masyarakat lebih aktif dalam menambah kontribusi dana pensiun mereka secara sukarela.

Baca Juga: DPLK Avrist Bidik Peserta Tumbuh 15% pada 2026, Sasar Sektor Informal dan Gen Z

Sebagai informasi, data OJK mencatat, total aset dana pensiun per Desember 2025 tumbuh sebesar 11,35% YoY, dengan nilai mencapai Rp 1.679,46 triliun.

Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,52% YoY, dengan nilai mencapai Rp411,29 triliun.

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp 1.268,17 triliun, atau tumbuh sebesar 12,66% YoY. 

Selanjutnya: OJK: Penyaluran Pembiayaan ke Ekosistem MBG Mencapai Rp 1,02 Triliun

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×