kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Astra Financial Bidik Pertumbuhan Laba Bersih hingga 15% pada Tahun 2023


Rabu, 08 Maret 2023 / 17:45 WIB
Astra Financial Bidik Pertumbuhan Laba Bersih hingga 15% pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Manajemen Astra Financial workshop bersama media di Jakarta, Rabu (8/3/2023). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/03/2023.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sedaya Multi Investama (Astra Financial) membidik pertumbuhan laba bersih mencapai sekitar 10% sampai dengan 15% secara tahunan di tahun 2023 ini. Direktur Astra Financial Handoko Liem mengatakan, tahun 2023 diperkirakan bisnis Astra Financial akan tumbuh positif, kendati harga beberapa komoditas menurun.

Hendoko menuturkan, Astra Financial memberikan kontribusi keuntungan terhadap Astra senilai Rp 6 triliun atau tumbuh sebesar 22% pada tahun 2022 dibanding tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, Astra Financial memiliki aset sebesar Rp 166 triliun dengan 910 jaringan yang didukung oleh 34.000 karyawan di seluruh Indonesia, serta melayani lebih dari 25 juta konsumen.

Lebih lanjut, kata Hendoko, perusahaan pembiayaan konsumen, pembiayaan alat berat, serta layanan asuransi umum dan asuransi jiwa dari Astra Financial merupakan unit bisnis yang memiliki peningkatan performa signifikan.

Baca Juga: FIF Group Bidik Pembiayaan Tembus Rp 37,89 Triliun pada Tahun Ini

Sementara itu, kontribusi perusahaan yang fokus pada pembiayaan konsumen meningkat sebesar 21% menjadi Rp 101,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan Grup yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 35% menjadi Rp1,8 triliun. Kontribusi laba bersih dari bisnis pembiayaan sepeda motor meningkat 26% menjadi Rp 3,3 triliun.

Selanjutnya, total pembiayaan baru yang disalurkan oleh bisnis pembiayaan alat berat meningkat sebesar 47% menjadi Rp 9,9 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini meningkat 37% menjadi Rp 102 miliar.

Berikutnya, perusahaan asuransi umum Grup, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp1,2 triliun, terutama disebabkan pendapatan underwriting dan hasil investasi yang lebih tinggi.

"Perusahaan asuransi jiwa, mencatatkan peningkatan premi bruto (gross written premium) sebesar 5% menjadi Rp6,0 triliun," ujar Handoko di Jakarta, Rabu (8/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×