CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.662   35,00   0,20%
  • IDX 6.430   -111,50   -1,70%
  • KOMPAS100 847   -11,13   -1,30%
  • LQ45 643   -6,84   -1,05%
  • ISSI 222   -4,83   -2,13%
  • IDX30 357   -3,95   -1,09%
  • IDXHIDIV20 446   -3,28   -0,73%
  • IDX80 97   -1,07   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,08   -0,86%
  • IDXQ30 115   -0,88   -0,76%

Asuransi Astra Terapkan Strategi Diversifikasi untuk Sikapi Dinamika Perekonomian


Senin, 14 September 2026 / 11:26 WIB
Asuransi Astra Terapkan Strategi Diversifikasi untuk Sikapi Dinamika Perekonomian
ILUSTRASI. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) menerapkan strategi diversifikasi untuk menyikapi tantangan dinamika perekonomian. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) menerapkan strategi diversifikasi untuk menyikapi tantangan dinamika perekonomian, sekaligus sebagai upaya mencapai pertumbuhan kinerja pada semester I-2026.

Berkat strategi tersebut, Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan lini asuransi kendaraan bermotor dapat tumbuh dengan baik hingga semester I-2026. Hal itu juga sejalan dengan bertumbuhnya penjualan kendaraan di industri otomotif.

Asal tahu saja, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan dari dealer ke konsumen mencapai 433.848 unit hingga Juni 2026, atau naik 10,5% Year on Year (YoY). Adapun total wholesales mencapai 436.564 unit hingga Juni 2026, atau meningkat 15,9% YoY.

Baca Juga: Prudential Indonesia Catatkan Premi Rp 12,2 Triliun pada Semester I-2026

"Salah satu core produknya kami adalah Garda Oto atau motor vehicle itu masih dapat tumbuh dengan baik. Kalau dilihat pertumbuhannya di industri juga cukup baik. Kondisi penjualan kendaraan juga membaik dibanding tahun lalu, sehingga kondisi kendaraan bermotor kami juga cukup membaik," katanya saat acara perayaan ulang tahun Asuransi Astra ke-70 di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026).

Selain itu, Maximiliaan menyebut lini asuransi kesehatan Asuransi Astra juga mengalami pertumbuhan yang baik. Dia bilang pertumbuhan itu dipicu adanya permintaan dan awareness dari masyarakat.

"Permintaan asuransi kesehatan juga cukup tinggi, meskipun tantangannya adalah mengendalikan klaim," ucapnya.

Lebih lanjut, Maximiliaan tak memungkiri bahwa dinamika perekonomian sejatinya juga dirasakan industri asuransi umum pada semester I-2026. Dia juga menyebut hal itu tercermin dari kinerja asuransi umum yang tertekan. Adapun premi asuransi umum terkontraksi 0,5% secara Year on Year (YoY), dengan nilai Rp 58,19 triliun pada semester I-2026.

Maximiliaan juga menyebut dinamika perekonomian juga berdampak terhadap sektor yang berkaitan dengan komoditas. Dia bilang adanya kebijakan regulasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga cukup membatasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mining atau pertambangan.

Baca Juga: Pembiayaan BCA Syariah Tumbuh 11,5% yoy hingga Agustus 2026

"Dengan demikian, pertumbuhan yang relasi dengan itu, misalnya alat-alat berat juga terpengaruh. Asuransi Astra itu terpengaruh," kata Maximiliaan.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Asuransi Astra membukukan premi bruto sebesar Rp 4,62 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 10%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun klaim bruto tercatat sebesar Rp 2,01 triliun pada semester I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×