Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Astra Buana atau Asuransi Astra terus mengandalkan strategi diversifikasi bisnis di tengah tekanan yang masih membayangi segmen asuransi kendaraan.
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus mengungkapkan bahwa segmen kendaraan menjadi salah satu kontributor utama pendapatan dengan porsi mencapai 35%.
Meski menjadi salah satu motor pendapatan, asuransi kendaraan diakui masih dihadapkan pada tantangan. Apalagi pada tahun ini penjualan mobil masih berada di bawah 1 juta unit.
Baca Juga: Ini Tantangan yang Bisa Menghambat Penerimaan Iuran Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa Asuransi Astra berupaya terus mengembangkan bisnis melalui berbagai segmen lain.
"Asuransi Astra selalu melakukan diversifikasi untuk kami resilien ke depannya," ujarnya dalam Media Conference Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (3/6).
Selain kendaraan, lini asuransi lain juga turut mendominasi portofolio perusahaan. Asuransi komersial berkontribusi sekitar 40%-42%, sedangkan asuransi kesehatan berkontribusi sekitar 20%-22%.
Menurut Maximiliaan, Asuransi Astra kini masih berfokus pada pertumbuhan bisnis yang organik. Ketiga segmen yang menjadi penopang pendapatan premi perusahaan tersebut dianggap masih memiliki peluang pertumbuhan yang lebar untuk ke depannya.
Sejalan dengan itu, Asuransi Astra juga kini mulai menyasar pada segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari diversifikasi asuransi kendaraan seiring dengan mulai bertumbuhnya adopsi EV di Indonesia.
"Dalam culture kita adalah customer first dan salah satu strategi yang kita gunakan tadi adalah diversifikasi, jadi kalau kita merangkai ini sudah pasti kita akan menggarap EV," tutupnya.
Baca Juga: OJK Sahkan Pendirian Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













