kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Asuransi Astra: Gejolak Pasar Saham Tak Pengaruhi Hasil Investasi pada Kuartal I-2026


Kamis, 04 Juni 2026 / 20:01 WIB
Asuransi Astra: Gejolak Pasar Saham Tak Pengaruhi Hasil Investasi pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Astra Tembus Rp 7 Trilun Sepanjang 2024 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) menyebut kinerja hasil investasi pada kuartal I-2026 relatif tidak terdampak gejolak pasar saham. Hal itu ditopang oleh strategi penempatan portofolio investasi yang lebih banyak berada pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap.

Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan, sebagai perusahaan asuransi umum, Asuransi Astra menyesuaikan penempatan investasi dengan karakteristik liabilitas yang cenderung berjangka pendek.

Karena itu, portofolio investasi perusahaan lebih banyak ditempatkan pada instrumen pasar uang dan fixed income dibandingkan saham.

Baca Juga: Saham BBCA dan BBRI Catat Rekor Terlemah 5 Tahun Terakhir, Cek Rekomendasi Analis

“Bisa dikatakan portofolionya lebih ke portofolio jangka pendek. Jadi lebih banyak mungkin pasar uang dan fixed income, yang tidak terlalu terekspos banyak di pasar saham,” ujarnya saat Media Conference Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, porsi investasi saham dalam portofolio Asuransi Astra sangat minim sehingga koreksi yang terjadi di pasar saham tidak memberikan dampak signifikan terhadap hasil investasi perusahaan.

“Kalau saya sampaikan memang kita di saham sangat minim, jadi tidak terlalu terdampak,” katanya.

Maximiliaan menjelaskan, instrumen pasar uang dan obligasi cenderung memberikan imbal hasil yang lebih stabil karena mengikuti perkembangan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.

Di sisi lain, Asuransi Astra tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis sepanjang tahun ini meskipun kondisi ekonomi masih dinamis. Perusahaan mengandalkan strategi diversifikasi portofolio bisnis untuk menopang kinerja.

Diversifikasi tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mengurangi tekanan dari perlambatan pasar kendaraan bermotor yang masih membayangi industri.

“Kami tetap berupaya untuk tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kondisinya memang sangat dinamis, tetapi kami masih optimistis,” tuturnya.

Sebagai informasi, mengutip laporan keuangan Asuransi Astra, hasil investasi perusahaan tercatat sebesar Rp 244,96 miliar per Maret 2026, naik dari Rp 229,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM Adira Finance Capai Rp 2,9 Triliun per April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×