kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Asuransi Bisnis Ingin Porsi Asuransi Varia Jadi 30% di 2015


Senin, 07 Juni 2010 / 09:45 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Test Test

JAKARTA. PT Asuransi Bintang Tbk (Asuransi Bintang) mulai mengalihkan fokus pengembangan bisnisnya ke produk asuransi Varia mereka. Perusahaan berharap, produk asuransi aneka -asuransi kesehatan, asuransi personal accident, dan asuransi keuangan- ini bisa menyumbang pendapatan premi sebesar 30% di tahun 2015 mendatang.


Berdasarkan laporan kinerja tahun lalu, porsi produk Varia Asuransi Bintang meningkat dari 7,24% pada tahun 2008 menjadi 8,37% pada tahun 2009. Sampai saat ini, produk asuransi kebakaran masih menguasai penerimaan premi perusahaan dengan porsi sebesar 62,2%. Menyusul asuransi kendaraan bermotor (19,24%), dan asuransi pengangkutan (10,67%).


“Kami akan terus menaikkan komposisi produk Asuransi Varia menjadi lebih signifikan. Karena, kami melihat, produk ini bisa memberi kontribusi margin lebih besar,” ujar Direktur Bintang Zafar Dinesh Idham ketika ditemui KONTAN, akhir pekan lalu. Menurutnya, tahun ini Asuransi Varia ditargetkan bisa menyumbang 10% premi.


Untuk mencapai target itu, Asuransi bintang terus mengembangkan pelayanan jasa. Salah satunya memperbaharui sistem informasi teknologi terpadu yang dinamakan Next-G.


Menurut Zafar, pihaknya memiliki sistem yang didukung tenaga ahli yang bisa membuat produk dengan skala besar dan biaya rendah. "Ini akan meningkatkan bisnis kami, terutama menggenjot Asuransi Varia," paparnya.


Asuransi Bintang juga terus memperluas pemasaran produk dengan menggalakkan point of sales. “Saat ini , point of sales kami ada di Kediri dan Makasar. Menyusul di Balikpapan dan Sumatera,” pungkas Zafar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×