kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Asuransi jiwa bayar klaim Rp 74,65 triliun di 2014


Kamis, 19 Maret 2015 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Samsung Galaxy A05


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Industri asuransi jiwa merogoh kocek sebesar Rp 74,65 triliun untuk membayar klaim dan manfaat kepada nasabahnya di 2014 kemarin. Angka itu tercatat tumbuh tipis 4,2% jika dibandingkan klaim tahun sebelumnya, yakni Rp 71,64 triliun.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim dan manfaat yang ditujukan bagi polis yang ditebus (surrender) berkontribusi sebesar 45,2% terhadap total klaim. Jumlah ini cukup besar. Namun, klaim surrender turun 12,5% ketimbang tahun sebelumnya.

"Ini mengindikasikan bahwa nasabah asuransi jiwa semakin sadar akan pentingnya asuransi sebagai kebutuhan jangka panjang," ujar Togar Pasaribu, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif AAJI, Kamis (19/3).

Selain klaim surrender, AAJI juga mencatat adanya klaim kematian. Jenis klaim ini menghabiskan dana sebesar Rp 6,15 triliun atau meningkat 13,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara, klaim kesehatan dan lainnya mencapai Rp 6,85 triliun atau naik 26,6%.

Sedangkan, klaim yang dibayarkan pelaku usaha asuransi untuk penarikan sebagian (partial withdrawal) mencapai Rp 17,47 triliun atau melesat 59,6%. "Kenaikan ini cukup tinggi, mengingat jumlahnya pada kuartal ketiga tahun yang sama hanya sekitar Rp 13,28 triliun," terang Togar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×