kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.800   19,00   0,11%
  • IDX 8.935   1,28   0,01%
  • KOMPAS100 1.230   3,82   0,31%
  • LQ45 867   2,23   0,26%
  • ISSI 323   0,70   0,22%
  • IDX30 443   0,38   0,09%
  • IDXHIDIV20 517   1,11   0,22%
  • IDX80 137   0,36   0,26%
  • IDXV30 144   0,78   0,55%
  • IDXQ30 142   0,27   0,19%

Asuransi jiwa Indonesia peringkat ke-73 dunia


Jumat, 29 Agustus 2014 / 16:09 WIB
Asuransi jiwa Indonesia peringkat ke-73 dunia
ILUSTRASI. FOMO adalah rasa takut tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penetrasi pasar asuransi jiwa di Indonesia hanya menduduki peringkat ke-73 di dunia. Posisi ini terpaut jauh dari peringkat perolehan preminya yang sudah bertengger di urutan ke-17 di dunia.

Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, masih jauhnya peringkat asuransi jiwa Indonesia dibanding dunia dikarenakan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih sangat rendah. Hendrisman menyebut bahwa tingkat penetrasi di dalam negeri saat ini baru 1,71%.

"Apabila penetrasi pasar di dalam negeri bisa 5%, penetrasi kita akan berada di 10 besar dunia," ujarnya, Jumat (29/8).

Sayang, sambung dia, tidak mudah untuk industri meningkatkan penetrasi pasar menjadi 5% dalam waktu dekat ini. Paling tidak, di akhir tahun nanti pertumbuhan penetrasi pasar di Tanah Air paling besar 20% dari total penetrasi yang sudah ada. "Itu pun, belum bisa mengerek penetrasi naik 1%," terang dia.

Sebetulnya, dari sisi finansial literasi, industri asuransi berada tepat di bawah peningkatan pemahaman masyarakat terhadap industri perbankan. Hanya saja, secara utilisasi, produk-produk asuransi belum banyak dimanfaatkan masyarakat ketimbang produk-produk perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×