kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Asuransi Simas Insurtech Catat Premi Kendaraan Rp 5,2 Miliar per Juni 2025


Kamis, 17 Juli 2025 / 17:24 WIB
Asuransi Simas Insurtech Catat Premi Kendaraan Rp 5,2 Miliar per Juni 2025
ILUSTRASI. Simas Insurtech, mencatatkan pendapatan premi asuransi kendaraan sebesar Rp 5,2 miliar hingga semester I 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lesunya penjualan mobil nasional turut menahan pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil pada Juni 2025 turun 22,6% secara tahunan (YoY) menjadi 57.760 unit.

Tekanan tersebut tercermin pada kinerja PT Asuransi Simas Insurtech. Direktur Utama Simas Insurtech, Teguh Aria Djana mengungkap perusahaan mencatatkan pendapatan premi asuransi kendaraan sebesar Rp 5,2 miliar hingga semester I 2025, turun 91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, Ia masih melihat peluang perbaikan pada paruh kedua tahun ini.  Ia juga mengungkapkan perusahaan tengah menjajaki sejumlah kerja sama baru yang ditargetkan bisa mulai dijalankan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Asuransi Simas Insurtech Bukukan Pendapatan Premi Rp 2,8 Triliun hingga Mei 2025

“Ekspektasi kami ada kenaikan di semester II. Namun secara keseluruhan mungkin masih belum bisa mencapai angka yang sama seperti tahun lalu karena memang lesunya otomotif di tahun ini,”  ujarnya kepada Kontan, Kamis (17/7).

Menurutnya, asuransi kendaraan harusnya masih memiliki peluang yang baik mengingat masih meningkat dan banyaknya mobilitas terutama masih adanya permintaan pembelian kendaraan terutama di kendaraan berbasis listrik.

“Kami tetap harus eksplor fitur dan inovasi baru yang bisa dikembangkan sesuai gaya hidup dan permintaan masyarakat kini,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×