Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penjualan kendaraan listrik menunjukkan peningkatan yang signifikan di Indonesia. Alhasil, tren tersebut juga menjadi peluang bagi perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi kendaraan listrik, salah satunya PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI).
Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia, Edhi Tjahja Negara mengatakan pihaknya sudah melihat peluang ketika tren kendaraan listrik sudah mulai digemari di Indonesia. Alhasil, Zurich juga mempersiapkan dari sisi produk untuk kendaraan listrik.
Edhi menerangkan Zurich telah membangun produk dan proposisi baru yang ditingkatkan khusus untuk mengambil peluang di lini kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tembus Rp 21,05 Triliun per Januari 2026
"Kalau diihat data kendaraan EV di Indonesia itu tumbuh signifikan. Zurich juga bertumbuh searah dengan tren tersebut. Oleh karena itu, kami sudah mengikuti tren itu, kami membangun produk yang integrated dan terpadu untuk bisa mengikuti pertumbuhan daripada EV," ungkapnya saat acara di kawasan Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Edhi memperkirakan penjualan kendaraan listrik masih akan tumbuh ke depannya, dibandingkan non-EV. Dia berharap pihaknya bisa terus mengoptimalkan peluang yang ada dari sisi produk asuransi khusus EV.
"Kami telah membangun produk dan proposisi baru, serta servicing capability untuk mendukung bisnis di EV. Target kami tahun ini tidak secara spesifik, tetapi tentu ingin targetnya lebih tinggi dibanding pertumbuhan EV secara nasional, seperti yang dialami kami sepanjang tahun lalu," katanya.
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Diperkirakan Tetap Tumbuh Meski Tak Ada Insentif di 2026
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, ZAI mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 3,03 triliun per akhir 2025. Nilainya meningkat 16,99%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Asal tahu saja, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dari pabrik ke diler (wholesales) pada 2025 mengalami peningkatan signifikan 141% secara Year on Year, menjadi 103.931 unit. Adapun kontribusi mobil listrik terhadap total pasar mobil nasional menembus lebih dari 12%.
Baca Juga: Zurich Asuransi Indonesia Proyeksikan Premi Travel dan Kendaraan Naik Jelang Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













