kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.853   7,00   0,04%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pembiayaan Kendaraan Listrik Diperkirakan Tetap Tumbuh Meski Tak Ada Insentif di 2026


Senin, 12 Januari 2026 / 06:37 WIB
Pembiayaan Kendaraan Listrik Diperkirakan Tetap Tumbuh Meski Tak Ada Insentif di 2026
ILUSTRASI. Insentif EV CBU disetop 2026, namun OJK yakin pembiayaan tetap tumbuh kencang


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk tak memperpanjang pemberian insentif Electric Vehicle (EV) utuh atau completely built-up (CBU) pada 2026. Merespons hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance dapat terus bertumbuh pada 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu dipicu masih meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, bertambahnya pilihan merek, serta dukungan kebijakan.

Meskipun insentif tak diperpanjang, Agusman menyampaikan perusahaan multifinance perlu melakukan sejumlah upaya supaya kinerja pembiayaan kendaraan listrik tetap terjaga pada 2026.

"Perusahaan multifinance, antara lain perlu memperkuat manajemen risiko, menyesuaikan skema pembiayaan dengan karakteristik kendaraan listrik, serta berkolaborasi dengan ekosistem otomotif dan infrastruktur pendukung lainnya," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga: Nasib Dana Lender Investree: OJK Beberkan Proses Verifikasi Tagihan

Terkait kinerja, OJK mencatat, pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mencapai Rp 21,31 triliun per November 2025. Nilainya tumbuh sebesar 1,99% secara month to month (mtm).

Mengenai insentif kendaraan listrik yang tak diperpanjang pada 2026, Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman berpendapat bahwa 2026 akan menjadi tahun yang cukup menantang bagi penjualan segmen kendaraan ramah lingkungan. 

Meskipun demikian, dia masih meyakini segmen pembiayaan kendaraan listrik masih dapat bertumbuh karena karakteristik masyarakat yang membeli kendaraan listrik adalah yang memiliki kesadaran tinggi mengenai pentingnya efisiensi dan berkelanjutan. 

"Di sisi lain, kendaraan ramah lingkungan juga merupakan kendaraan kedua, sehingga tidak akan terlalu berdampak signifikan dari adanya penghentian insentif," kata Ristiawan kepada Kontan. 

Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 506,82 triliun per November 2025. Nilainya tumbuh 1,09% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Adapun kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99% secara YoY. 

Selanjutnya: Jumlah Kantor Bank Semakin Menyusut

Menarik Dibaca: Strategi Sukses YouTube 2026: Riset, Produksi, dan Optimasi Konten

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×