kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aswata baru spin off kalau kantongi premi Rp 50 M


Senin, 27 Januari 2014 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok hujan lebat, provinsi berikut ini dalam status Siaga dan Waspada bencana. ANTARA FOTO/Kirana Larasati.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Di industri keuangan syariah, unit usaha syariah PT Asuransi Wahana Tata, yakni Aswata Takaful, boleh dibilang masih bau kencur. Namun, induk usahanya tidak akan ragu-ragu melakukan pemisahan unit usaha atau spin off dalam dua tahun ke depan, jika Aswata Takaful berhasil kantongi premi sedikitnya Rp 50 miliar.

“Ada dong kalau rencana menjadikan Aswata Takaful sebagai perusahaan asuransi syariah. Toh, aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang mengarahkan setiap unit usaha syariah memisahkan diri dari induknya. Tetapi, ya kami lihat dulu perkembangan bisnisnya seperti apa,” tutur Christian Wanandi, Direktur Utama Asuransi Wahana Tata, Senin (27/1).

Berdasarkan laporan keuangan industri keuangan syariah, Christian mengaku optimistis. Tengok saja, pertumbuhan premi asuransi syariah yang berkisar 35% - 50% setiap tahunnya. Pangsa pasarnya pun meningkat di atas 6%. Diharapkan, Aswata Takaful mampu menguasai pangsa pasar sedikitnya 3% dari total premi industri asuransi syariah.

Tri Joko, Head of Aswata Takaful menegaskan, induk usahanya sendiri berkomitmen untuk spin off apabila pendapatan preminya mampu menembus Rp 50 miliar. “Kapan waktunya? Ya, kami lihat apakah dalam dua tahun bisa mengantongi premi Rp 50 miliar,” terang dia.

Di tahun perdananya beroperasi, Aswata Takaful menargetkan menjual enam produk asuransi berbasis syariah. Hingga kini, perseroan sudah memiliki tiga produk asuransi syariah, yaitu asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti dan alat berat. Tiga produk asuransi lainnya menyusul dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×