Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli
Meski demikian, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa belum lama ini mengatakan kepada KONTAN, sepanjang 2020 kinerja perseroan mulai membaik.
“Akhir Februari LDR kami masih cukup longgar sebesar 91%, pertumbuhan kredit juga sudah tumbuh 1,06% (ytd), kami juga bisa menurunkan beban bunga dengan penurunan DPK 4%, sehingga bisa menjaga pertumbuhan pendapatan bunga bersih,” katanya kepada KONTAN.
Baca Juga: Sore ini, Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1441 hijriah digelar
Adapun dalam keterangan resminya pekan lalu, Fahmi bilang selama kuartal I-2020, perseroan juga telah berhasil menekan rugi bersih tahun berjalan sebesar 39,9% (yoy). Dari kerugian senilai Rp 55,79 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 33,54 miliar pada kuartal I-2020.
Pada aspek permodalan, Bank BAnten kini juga dalam proses untuk melakukan aksi penambahan modal via rights issue dengan menerbitkan 400 miliar saham baru atau setara 40% modal dasar dengan nominal Rp 8 per lembar saham. Via aksi ini, modal perseroan bisa meningkat sebanyaknya hingga Rp 3,2 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News