Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat sinyal ada pelonggaran syarat penyaluran kredit oleh perbankan pada kuartal III-2026. Hal itu pada gilirannya turut menopang prospek pertumbuhan kredit ke depan.
Survei Perbankan BI Triwulan II 2026 menunjukkan, responden memperkirakan kebijakan standar penyaluran kredit pada kuartal III-2026 mendatang bakal lebih longgar dibanding dengan kuartal sebelumnya.
Hal tersebut tercermin dari indeks lending standard (ILS) yang melandai ke minus 2,25. Jika dibandingkan, pada kuartal II-2026 posisi ILS ada di 1,03.
Baca Juga: Sinar Mas Multifinance Kena Sanksi BEI, Belum Setor Laporan Keuangan 2025
Kelonggaran terjadi di seluruh jenis kredit. Lihat saja, ILS kredit investasi ada di posisi minus 2,22, ILS kredit modal kerja ada di posisi minus 2,15, ILS kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) ada di minus 2,3, serta ILS kredit konsumsi lainnya minus 0,05.
Namun, kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpantau bakal sedikit lebih ketat, dengan ILS di posisi 0,11. Sebagai perbandingan, ILS kredit UMKM pada kuartal sebelumnya ada di posisi minus 0,06 alias lebih longgar.
Namun kelonggaran penyaluran kredit tak terjadi di seluruh aspek kebijakan. Yang jadi jauh lebih longgar adalah aspek plafon kredit dengan ILS di minus 2,33 dan aspek agunan dengan ILS di minus 2,31.
Sementara itu aspek jangka waktu kredit, biaya persetujuan kredit, dan premi kredit berisiko relatif standar dengan ILS masing-masing di 0,00, 0,08, dan 0,04.
Adapun aspek suku bunga kredit masih relatif ketat dengan ILS di 0,84 dan persyaratan administrasi dengan ILS di 0,41. Kemudian yang paling ketat adalah aspek perjanjian kredit dengan ILS di 2,46.
Sinyal kelonggaran penyaluran kredit ini sejalan dengan prospek penyaluran kredit baru. Dari hasil survei, responden memprediksi penyaluran kredit baru bakal tetap tumbuh dengan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 84,65%.
Hanya saja, nampaknya pertumbuhannya bakal lebih landai dibanding kuartal sebelumnya. Pasalnya pada kuartal II-2026, nilai SBT mencapai 93,08%.
Baca Juga: Fitch Ratings Ganjar Peringkat AAA(idn) untuk Obligasi dan Sukuk Pegadaian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
