Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank BJB kembali menghadirkan instrumen investasi melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026.
Penerbitan ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat struktur pendanaan sekaligus memperluas pembiayaan berbasis keberlanjutan di Indonesia.
Instrumen ini ditawarkan kepada investor korporasi maupun ritel sebagai alternatif investasi pendapatan tetap dengan imbal hasil kompetitif.
Baca Juga: Bank bjb Syariah Tetap Optimistis Menjaga Kinerja hingga Akhir 2025
Kehadiran obligasi ini juga mempertegas komitmen bank bjb dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnisnya.
Obligasi tersebut memperoleh peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kapasitas sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
Herfinia, Corporate Secretary bank bjb menyampaikan, penerbitan obligasi ini diharapkan dapat menjadi pilihan investasi yang menarik sekaligus mendukung pembiayaan berkelanjutan.
“Produk ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus memperluas pembiayaan berbasis keberlanjutan di Indonesia,” ujar Herfinia dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).
Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan indikasi kupon sebesar 5,45% hingga 6,05% per tahun, sedangkan Seri B memiliki tenor lima tahun dengan indikasi kupon 5,70% hingga 6,30% per tahun.
Baca Juga: Hadapi Lonjakan Transaksi Nataru, Bank BJB Siapkan Uang Tunai Rp 8,3 Triliun
Herfinia menambahkan, bahwa kedua seri tersebut memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menyesuaikan pilihan dengan profil risiko serta horizon investasi masing-masing.
“Obligasi ini memberikan alternatif investasi pendapatan tetap yang kompetitif sekaligus memungkinkan investor berkontribusi pada pembiayaan proyek berkelanjutan,” ucapnya.
Minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp 5 juta dan berlaku kelipatan yang sama tanpa batas maksimum pemesanan. Dengan skema ini, bank bjb membuka kesempatan yang luas bagi investor ritel maupun institusi.
Masa book building berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026. Selanjutnya, pembayaran dari investor dijadwalkan pada 30 Maret 2026, sementara distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 31 Maret 2026.
Baca Juga: Bank BJB Catat Laba Bersih Rp 1,14 Triliun hingga Kuartal III 2025
Dana hasil penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk membiayai proyek yang memiliki dampak lingkungan dan sosial.
Fokus pembiayaan mencakup sektor energi baru dan terbarukan, pembiayaan perumahan, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dana hasil emisi akan dialokasikan pada proyek hijau serta proyek sosial yang memenuhi kriteria keberlanjutan,” jelasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan global, termasuk United Nations Sustainable Development Goals dan komitmen perubahan iklim dalam kerangka Paris Agreement.
Baca Juga: Bossman Mardigu dan Helmy Yahya Batal Jadi Komisaris Bank BJB, Apa Penyebabnya?
Penerbitan tahap kedua ini melanjutkan keberhasilan tahap sebelumnya. Pada akhir 2024, Sustainability Bond Tahap I bank bjb mencatat oversubscribed hingga 4,66 kali dari target awal, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen berbasis ESG.
Lebih lanjut Herfinia menilai penerbitan obligasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan menghadirkan solusi investasi yang produktif sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













