kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Bank Danamon Jaga NPL di Level 1,7%, Jaga Tetap Rendah di Tengah Pelemahan Daya Beli


Kamis, 30 Juli 2026 / 18:52 WIB
Bank Danamon Jaga NPL di Level 1,7%, Jaga Tetap Rendah di Tengah Pelemahan Daya Beli
ILUSTRASI. Nilai Transaksi Melalui Kartu Kredit dan ATM Masih Tumbuh (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) optimistis kualitas kredit tetap terjaga hingga akhir 2026 meski pelemahan daya beli masyarakat masih membayangi perekonomian.

Hingga semester I-2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross perseroan tercatat 1,7%, turun dibandingkan 2% pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Manajemen Risiko Bank Danamon Dadi Budiana mengatakan, level NPL tersebut telah bertahan sejak akhir kuartal I-2026 dan masih berada pada kisaran yang sangat sehat.

Baca Juga: KPR Bank Danamon Tumbuh hingga 9% pada Semester I-2026

"Kondisi NPL kami saat ini berada di posisi 1,7%, turun dari 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka 1,7% ini sudah bertahan sejak akhir kuartal I tahun ini," ujar Dadi dalam paparan kinerja Danamon, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, meski perseroan memiliki ruang toleransi risiko (risk appetite) yang lebih besar, Danamon memperkirakan rasio NPL tidak akan meningkat signifikan hingga akhir tahun.

"Kami perkirakan kalaupun meningkat, tidak akan jauh di atas 1,7% dan tetap berada pada level yang sangat baik," katanya.

Dadi mengakui kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi tantangan, salah satunya pelemahan daya beli masyarakat. Namun, ia menilai kondisi tersebut belum memberikan tekanan berarti terhadap kualitas portofolio kredit Danamon.

Perseroan, kata dia, terus memperketat proses penyaluran kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian sejak tahap analisis hingga pemantauan kualitas kredit setelah pencairan.

"Dari sisi underwriting, kami melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kredit yang disalurkan benar-benar berkualitas dan diberikan secara prudent," ujarnya.

Selain memperketat proses persetujuan kredit, Danamon juga memperkuat fungsi penagihan (collection) serta monitoring portofolio guna mengantisipasi potensi kenaikan kredit bermasalah.

Baca Juga: BCA Optimistis Pertumbuhan KPR Menguat pada Semester II-2026

Menurut Dadi, kombinasi antara proses underwriting yang disiplin, pengawasan yang ketat, dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang menjaga kualitas aset perseroan.

"Kami melihat upaya-upaya tersebut akan tetap mampu menjaga NPL berada pada posisi yang baik ke depan," katanya.

Ia menambahkan, meski masih terdapat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi, posisi kualitas aset Danamon saat ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

"Kami percaya kondisi ekonomi saat ini tidak akan membawa pelemahan yang signifikan terhadap kualitas kredit Danamon," tutup Dadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×