kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.228   96,50   1,19%
  • KOMPAS100 1.162   15,87   1,39%
  • LQ45 836   6,58   0,79%
  • ISSI 293   5,05   1,75%
  • IDX30 433   2,53   0,59%
  • IDXHIDIV20 517   -1,17   -0,22%
  • IDX80 130   1,59   1,24%
  • IDXV30 142   0,50   0,35%
  • IDXQ30 140   -0,19   -0,14%

Bank Ekonomi terima suntikan dana Rp 1,3 triliun


Minggu, 20 Juli 2014 / 16:25 WIB
Bank Ekonomi terima suntikan dana Rp 1,3 triliun
ILUSTRASI. Manfaat buah rambutan untuk kesehatan.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Ekonomi Raharja akan segera mendapatkan tambahan suntikan modal sebesar US$ 100 juta di semester II tahun ini dari HSBC . Suntikan modal ini ditujukan agar bisa menggenjot penyaluran kredit dan ekspansi usaha lain Bank Ekonomi.

Tony Turner, Presiden Direktur Bank Ekonomi mengatakan, pihaknya sangat berharap HSBC Holding plc selaku pemegang saham pengendali (PSP) Bank Ekonomi memberikan suntikan modal tambahan di semester II tahun ini. Dan pihak HSBC Holding plc setuju untuk melakukan penambahan modal. “Karena kami ingin kredit kami terus bertumbuh. Begitu pula ekspansi usaha yang lain,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Tony menegaskan nilai suntikan modal dari HSBC Holding plc sekitar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Saat ini Bank Ekonomi memiliki modal inti per kuartal I 2014 sebesar Rp 2,88 triliun. Sehingga Bank Ekonomi berada di kelompok BUKU II (bank dengan modal inti berkisar Rp 1 triliun-Rp 5 triliun).

Bank Ekonomi berharap tak lama lagi bisa segera naik kelas ke BUKU III bank dengan modal inti berkisar Rp 5 triliun-Rp 30 triliun. “Tapi itu belum bisa tercapai tahun ini,” pungkas Tony.

Sebagaimana diketahui, Bank Ekonomi saat ini 98,94% sahamnya dimiliki oleh HSBC Asia Pasific Holding (UK) Limited. HSBC Asia Pasific Holding (UK) Limited adalah anak perusahaan dari HSBC Holding Plc. Sisanya dimiliki Bank Central Asia (BCA) dan masyarakat sebesar 0,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×