Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memastikan belum akan merevisi target pertumbuhan kredit pada tahun ini meski tekanan suku bunga masih membayangi industri perbankan.
Ketiga bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), masih berpegang pada Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, hingga saat ini perseroan belum melihat kebutuhan untuk mengubah target penyaluran kredit tahun ini.
"Kami sampai hari ini masih stick dengan RBB yang sudah kami sampaikan ke OJK, jadi belum ada perubahan," ujar Hery di Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Sebelumnya, BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7%–9% pada 2026.
Baca Juga: Proyeksi Kinerja Big Banks Semester I-2026: Himbara Catat Pertumbuhan Lebih Tinggi
Hingga Mei 2026, penyaluran kredit BRI mencapai Rp 1.417,19 triliun, tumbuh 12,23% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit konsumer, serta kredit pemilikan rumah (KPR).
"Pendorongnya tetap UMKM, kemudian kredit konsumer juga tumbuh, KPR juga mengalami pertumbuhan. Di perusahaan anak seperti Pegadaian juga pertumbuhannya masih baik," katanya.
Kinerja tersebut turut menopang laba bersih bank only BRI yang mencapai Rp 20,42 triliun hingga Mei 2026 atau naik 9,52% YoY.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8,6% YoY menjadi Rp 1.546,44 triliun, sedangkan total aset naik menjadi Rp 2.073,12 triliun dari Rp 1.893,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, Hery mengakui industri perbankan masih menghadapi tekanan dari tingginya suku bunga yang mendorong kenaikan biaya dana (cost of fund).
"Mudah-mudahan tekanan suku bunga yang tinggi ini tidak berlangsung terlalu lama," ujarnya.
Ia menjelaskan, kenaikan biaya dana tidak langsung diteruskan ke bunga kredit karena terdapat jeda transmisi sekitar tiga hingga empat bulan.
Baca Juga: Proyeksi Kinerja Big Banks Semester I-2026: Bank Himbara Masih Ungguli Swasta
"Kalau cost of fund naik hari ini, bukan berarti besok bunga kredit langsung naik. Proses transmisinya biasanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan," jelas Hery.
Sikap serupa juga ditunjukkan BNI. Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan perseroan belum melakukan revisi terhadap RBB karena realisasi bisnis hingga saat ini masih sesuai target.
"Belum ada revisi RBB. Harusnya semua masih sesuai target," ujarnya.
Per Mei 2026, laba bersih bank only BNI mencapai Rp 9,05 triliun, naik 7,06% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 24,55% YoY menjadi Rp 940,88 triliun, sedangkan DPK meningkat 33,15% YoY menjadi Rp 1.063,92 triliun.
Sementara itu, BTN juga belum mengubah target pertumbuhan kredit tahun ini.
Baca Juga: OJK: Dampak Penempatan Dana SAL di Himbara Bergantung Dinamika Pasar
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan masih mempertahankan target pertumbuhan kredit sebesar 8%–10% pada 2026. Target tersebut dinilai masih realistis seiring masuknya portofolio hasil akuisisi Bank SMBC Indonesia.
BTN juga belum berencana merevisi target rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan tetap optimistis NPL dapat dijaga di bawah 3%.
Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BTN tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp 418,11 triliun.
Meski demikian, Nixon mengatakan perseroan akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit agar pertumbuhannya tetap berada dalam kisaran target yang telah ditetapkan.
"Program pemerintah, KUR Perumahan, FLPP, itu tetap jalan. Masih kami push," kata Nixon.
Ia menambahkan, BTN justru akan membatasi penyaluran kredit kepada korporasi besar yang memiliki imbal hasil rendah dan akan lebih selektif menyesuaikan penyaluran kredit dengan pipeline bisnis perseroan.
Baca Juga: Himbara Ramai-ramai Salurkan Kredit Produktif Pasca Terima Dana SAL
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
