CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

KB Bank Perkuat Transaction Banking demi Dongkrak Fee Based Income


Senin, 20 Juli 2026 / 13:26 WIB
Diperbarui Senin, 20 Juli 2026 / 14:01 WIB
KB Bank Perkuat Transaction Banking demi Dongkrak Fee Based Income
ILUSTRASI. PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) mengubah fokus bisnisnya di tengah tekanan suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global. (Dok. KB Bank/KB Bank)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mengubah fokus bisnisnya di tengah tekanan suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia telah meningkatkan biaya dana (cost of fund) industri perbankan. Kondisi tersebut diperkirakan akan menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM), sehingga bank perlu mencari sumber pertumbuhan pendapatan di luar bunga kredit.

"Dengan kenaikan BI Rate, biaya dana pasti meningkat dan NIM juga akan terpengaruh. Karena itu, kami melakukan sedikit pivot terhadap strategi bisnis agar lebih agile dengan memperbesar fee based income," ujar Kunardy kepada Kontan.co.id.

Untuk mendukung strategi tersebut, KB Bank membentuk unit transaction banking di segmen wholesale. Melalui unit ini, perseroan akan meningkatkan layanan transaksi sekaligus memperluas peluang cross-selling kepada nasabah korporasi.

Baca Juga: BI Proyeksikan Penyaluran Kredit Tetap Ekspansif pada Triwulan III

Menurut Kunardy, layanan yang akan diperkuat mencakup pengelolaan rekening operasional, layanan kas, kustodian, hingga transaksi valuta asing (foreign exchange/FX).

Di segmen ritel, KB Bank juga akan memperluas jaringan Priority Banking Center. Setelah meresmikan pusat layanan pertama di Semarang, perseroan berencana membuka layanan serupa di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya.

Selain mengembangkan sumber pendapatan nonbunga, KB Bank juga mengubah pendekatan penyaluran kredit. Perseroan akan lebih fokus membangun pembiayaan berbasis ekosistem dibandingkan sekadar menyalurkan pinjaman kepada debitur utama.

Baca Juga: Survei BI: Pertumbuhan DPK Diproyeksi Melambat hingga Akhir 2026

"Kami ingin melihat keseluruhan ekosistem bisnis nasabah, mulai dari perusahaan utama, pemasok, hingga distributornya. Dengan begitu, kualitas kredit bisa lebih terukur," katanya.

Saat ini, KB Bank masih menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor, seperti manufaktur, consumer goods, sumber daya alam, farmasi, rumah sakit, logistik, hingga cold chain storage.

Di sisi lain, kelompok usaha asal Korea Selatan (Korean Link) masih menjadi salah satu kontributor utama portofolio wholesale KB Bank. Sekitar 30% eksposur kredit wholesale perseroan berasal dari kelompok usaha tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×