kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.575   -83,00   -0,47%
  • IDX 6.652   -34,74   -0,52%
  • KOMPAS100 872   -4,57   -0,52%
  • LQ45 661   -4,79   -0,72%
  • ISSI 233   -0,70   -0,30%
  • IDX30 368   -3,34   -0,90%
  • IDXHIDIV20 456   -3,07   -0,67%
  • IDX80 99   -0,63   -0,63%
  • IDXV30 127   -0,65   -0,51%
  • IDXQ30 118   -0,84   -0,71%

Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Gelar Rights Issue Rp 1 Triliun, Simak Rinciannya


Rabu, 09 September 2026 / 10:55 WIB
Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Gelar Rights Issue Rp 1 Triliun, Simak Rinciannya
ILUSTRASI. Teller menghitung uang nasabah di BAnk Mandiri, JAkarta (KONTAN/Baihaki). PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (KBANK Indonesia) bersiap melakukan penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (KBANK Indonesia) bersiap melakukan penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV alias rights issue. 

Berdasarkan prospektus di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (9/9/2026), dana bersih yang diperoleh rights issue ini bakal digunakan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit. 

Dalam rigts issue ini, KBANK Indonesia bakal menerbitkan sebanyak 2,87 miliar saham baru yang setara dengan 13,70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan.

Setiap pemegang 655 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 25 November 2026 bakal memperoleh 104 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 350 per saham.

Baca Juga: Fitch Kerek Peringkat Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Jadi AA+, Ini Alasannya

Dengan demikian, perusahaan  menargetkan dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp 1,01 triliun.

Saham baru yang diterbitkan bakal memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham perusahaan yang telah disetor penuh, termasuk hak atas dividen.

Dalam aksi korporasi ini, pemegang saham utama KBANK Indonesia, Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF), menyatakan bakal melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya.

Saat ini, KVF menggenggam 15,57 miliar saham atau setara 86,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

KVF bakal melaksanakan sebanyak 2,54 miliar HMETD. Jumlah tersebut terdiri dari 2,47 miliar HMETD yang diperoleh berdasarkan kepemilikannya serta tambahan 70,48 juta HMETD yang dialihkan oleh Kasikornbank Public Company Limited (KBANK).

KBANK sendiri saat ini memiliki 443,90 juta saham atau sekitar 2,45% saham KBANK Indonesia. Nah seluruh 70,48 juta HMETD yang menjadi hak KBANK bakal dialihkan kepada KVF.

Baca Juga: Bank Maspion Resmi Berganti Nama Menjadi Bank Kasikorn Indonesia

Sementara itu, pemegang saham lainnya, KVFI, yang memiliki 181,03 juta saham atau sekitar 1% saham perusahaan, juga menyatakan bakal melaksanakan seluruh 28,74 juta HMETD yang menjadi haknya.

Begitu rights issue rampung dilaksanakan nanti, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan diproyeksi bertambah dari 18,10 miliar saham senilai Rp 1,81 triliun menjadi 20,97 miliar saham senilai Rp 2,09 triliun. 

Dengan komitmen tersebut, pemegang saham pengendali dan pemegang saham terkait menyerap sebagian besar saham baru yang ditawarkan dalam rights issue.

Nantinya apabila setelah proses alokasi masih terdapat sisa saham baru, seluruh sisa saham tersebut bakal dibeli oleh KVF selaku Pembeli Siaga berdasarkan harga pelaksanaan Rp 350 per saham.

Jadwal Rights Issue

Berikut jadwal pelaksanaan rights issue KBank Indonesia.

  • 13 November 2026: Tanggal efektif

  • 23 November 2026: Akhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan negosiasi

  • 25 November 2026: Akhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar tunai sekaligus recording date untuk memperoleh HMETD

  • 26 November 2026: Distribusi HMETD

  • 27 November–3 Desember 2026: Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD

  • 1–7 Desember 2026: Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD

  • 7 Desember 2026: Batas akhir pembayaran pemesanan saham tambahan

  • 8 Desember 2026: Penjatahan pemesanan saham tambahan

  • 9 Desember 2026: Pembayaran oleh pembeli siaga

  • 10 Desember 2026: Pengembalian uang pesanan saham tambahan

Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Raih Pinjaman US$ 341 Juta dari KBank, Tarik US$ 55 Juta

Bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD, kepemilikannya bakal mengalami dilusi maksimum sebesar 13,70%.

Dalam prospektus, perusahaan juga menyebut risiko utama yang dihadapi kini adalah risiko kredit, termasuk potensi munculnya kredit bermasalah akibat ketidakmampuan debitur memenuhi kewajibannya.

Selain itu, perusahaan menyoroti risiko likuiditas perdagangan saham karena tak terdapat jaminan bahwa saham KBANK Indonesia akan aktif atau likuid di pasar sekunder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×