Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) menjadi AA+(idn) dari sebelumnya AA(idn) dengan prospek stabil. Sementara itu, peringkat Nasional Jangka Pendek KBank Indonesia tetap dipertahankan pada level tertinggi, yaitu F1+(idn).
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan meningkatnya keyakinan Fitch terhadap kemungkinan dukungan dari pemegang saham utama, terutama setelah hubungan reputasi antara KBank Indonesia dan induknya, KASIKORNBANK Public Company Limited (KBank), semakin kuat.
Sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Maspion Indonesia Tbk, bank tersebut telah melakukan perubahan nama legal dan rebranding menjadi KBank Indonesia. Fitch menilai langkah ini memperkuat keterikatan strategis serta citra bersama antara anak usaha di Indonesia dengan KBank sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 89,5%.
Baca Juga: LPEI Masih Diganjar Rating BBB dan Outlook Negatif dari Fitch, Ini Sebabnya
Menurut Fitch dalam rilis Jumat (17/7/2026), peringkat AA pada skala nasional menunjukkan ekspektasi terhadap tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan penerbit atau kewajiban lain dalam negara yang sama. Sementara peringkat F1 menunjukkan kapasitas pembayaran kewajiban keuangan jangka pendek yang sangat kuat. Tambahan tanda “+” diberikan karena profil likuiditas dinilai sangat kuat.
Fitch menyatakan peringkat KBank Indonesia terutama didorong oleh pandangan bahwa terdapat kemungkinan besar dukungan luar biasa dari KBank apabila dibutuhkan.
Hal ini didasarkan pada potensi risiko reputasi yang tinggi bagi KBank apabila tidak memberikan dukungan tepat waktu kepada anak usahanya di Indonesia. Dengan meningkatnya keterikatan merek melalui proses rebranding, Fitch melihat kecenderungan KBank untuk memberikan dukungan juga semakin besar.
Peringkat nasional KBank Indonesia juga terhubung dengan Viability Rating (VR) KBank. Fitch memperkirakan apabila dukungan diperlukan, sumber pendanaan kemungkinan besar akan berasal dari sumber daya internal grup KBank.
Dari sisi kemampuan memberikan dukungan, Fitch menilai KBank memiliki kapasitas yang kuat. Hal ini didukung oleh profil kredit induk yang solid serta ukuran KBank Indonesia yang masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan grup.
Pada akhir 2025, aset KBank Indonesia tercatat hanya sekitar 0,9% dari total aset konsolidasi KBank, sedangkan kontribusi terhadap ekuitas grup sekitar 1,8%.
Fitch menilai kecenderungan KBank untuk mendukung KBank Indonesia meningkat setelah anak usaha tersebut menggunakan nama dan identitas merek KBank. Integrasi operasional dan kepemilikan antara induk dan anak usaha juga semakin memperkuat hubungan kedua entitas.
Meski demikian, Fitch mencatat kontribusi finansial KBank Indonesia terhadap grup KBank masih relatif kecil.
Dari sisi profil mandiri, Fitch menilai posisi kredit KBank Indonesia masih terbatas akibat skala bisnis yang kecil di pasar perbankan nasional. Pangsa pasar bank ini berada di kisaran 0,2% dari total aset sistem perbankan Indonesia.
Fitch menyebut penurunan peringkat KBank Indonesia dapat terjadi apabila terjadi pelemahan signifikan terhadap kemampuan KBank dalam memberikan dukungan, misalnya akibat penurunan peringkat kredit induk.
Penurunan juga dapat terjadi apabila Fitch melihat adanya penurunan komitmen KBank terhadap Indonesia, seperti berkurangnya kepemilikan atau pengaruh terhadap KBank Indonesia, maupun jika Indonesia tidak lagi menjadi bagian penting dalam strategi bisnis grup.
Namun, Fitch menilai kemungkinan tersebut kecil dalam jangka pendek.
Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Optimistis Kredit Tumbuh Meski Laba Turun 91,5% di Kuartal I
Untuk peringkat jangka pendek, penurunan dapat terjadi apabila peringkat jangka panjang KBank Indonesia turun empat tingkat atau lebih.
Sebaliknya, peningkatan peringkat lebih lanjut dapat terjadi apabila kemampuan atau kemauan KBank dalam memberikan dukungan semakin kuat. Hal itu dapat terjadi jika peringkat Viability Rating KBank meningkat atau apabila KBank Indonesia memiliki peran yang jauh lebih strategis dalam bisnis grup.
Meski demikian, Fitch menilai peluang kenaikan untuk peringkat jangka pendek sudah tidak tersedia karena posisi F1+(idn) merupakan level tertinggi dalam skala peringkat nasional jangka pendek.
Dengan kenaikan peringkat ini, KBank Indonesia mendapatkan pengakuan atas semakin kuatnya hubungan dengan grup KBank, meskipun tantangan untuk memperbesar skala bisnis dan kontribusi di pasar perbankan Indonesia masih menjadi agenda penting ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
