kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bank Masih Hindari Sektor Tekstil dan Properti


Selasa, 02 Februari 2010 / 13:12 WIB
Bank Masih Hindari Sektor Tekstil dan Properti


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Johana K.

JAKARTA Perbankan masih tebang pilih dalam menggelontorkan kredit ke sektor riil. Mengutip hasil survei perbankan paling mutakhir yang digelar oleh Bank Indonesia (BI), bank-bank di tanah air masih menghindari penyaluran kredit untuk sektor industri pengolahan, tekstil, garmen, juga properti.

Dalam survei tersebut, bankir mengungkapkan alasan utama mereka menghindari sektor-sektor tersebut adalah dikarenakan beberapa faktor.
Pertama, bank menganggap pemberlakuan Asean China Free Trade Area (ACFTA) 2010 ini bakal kian memperberat kompetisi di industri tekstil dan garmen. "Bank juga menganggap permintaah tekstil dari asing masih lemah," jelas BI seperti dikutip KONTAN, Selasa (2/2).

Kedua, perbankan menilai kondisi ekonomi sejatinya belum sepenuynya stabil dan pulih sehingga mereka memilih untuk sedikit mengerem pembiayaan yang bertenor panjang. "Penyaluran kredit investasi yang bersifat jangka panjang masih cukup riskan dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih," jelas BI dalam survei.

Sektor properti dan bangunan yang biasanya memakan kredit investasi bertenor panjang akan dihindari khususnya pembiayaan untuk mal dan apartemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×