kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bank masih pikir-pikir menambah kredit komoditas


Senin, 12 Februari 2018 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Tambang Batubara PT Adaro


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bankir mengaku masih memilah beberapa debitur sektor komoditas dan tambang. Ini agar manajemen risiko kredit ini masih tetap terjaga.

Jahja Setiaatmadja, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bilang, saat ini bank masih banyak memiliki debitur di segmen komoditas agribisnis.

"Namun untuk komoditas tambang sementara kami masih belum mau proses," kata Jahja kepada kontan.co.id, Senin (12/2).

Hariyono Tjahjarijadi Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk juga mengaku belum memberikan kredit agribisnis dan pertambangan secara langsung.

"Namun, untuk segmen perdagangan dan peralatan tambang kami masih membiayai," kata Hariyono kepada kontan.co.id, Senin (12/2).

Sebagai gambaran, sampai November 2017 lalu, perbankan masih mencatat penyaluran kredit sektor tambang dan komoditas Rp 107,6 triliun. Angka ini turun 15,6% dibanding bulan yang sama tahun lalu (year on year). Pasalnya, rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) segmen ini masih tinggi yaitu sebesar 7,18%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×