Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) berupaya untuk mengoptimalkan pangsa pasar di luar Pulau Jawa.
Head Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menilai pangsa pasar fintech lending di luar Pulau Jawa masih begitu besar.
Dia menerangkan potensinya pasarnya besar karena masih banyak segmen underbanked yang belum terlayani akses keuangan formal.
"Jadi, peluangnya masih ada dan masih besar. Selain itu, tujuan utama industri fintech lending untuk bisa melayani yang tidak punya akses ke keuangan formal," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/2).
Baca Juga: Jaga Kredit Macet Tak Meningkat, Easycash Terapkan Sejumlah Upaya Ini
Wildan menyampaikan sejauh ini mayoritas borrower Easycash berada di Pulau Jawa. Seiring masih besarnya potensi di luar Pulau Jawa, dia bilang Easycash akan terus berupaya mengoptimalkan peluang tersebut dengan cara meningkatan literasi.
Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui layanan fintech lending. "Selain di Pulau Jawa, kami memperkuat secara literasi keuangan di Pulau Jawa juga," ucapnya.
Lebih lanjut, dari segmen borrower, Wildan mengatakan paling banyak berasal dari Genz dan Milenial. Sebab, secara populasi di Indonesia juga didominasi segmen tersebut.
"Gen Z dan Milenial itu populasi yang besar untuk secara market. Kami juga seiring dengan kondisi itu," ungkap Wildan.
Baca Juga: OJK Batasi Utang Peminjam Fintech Jadi 30% Mulai 2026, AFPI Yakin Industri Kian Sehat
Berdasarkan situs resmi perusahaan, Easycash berhasil menjaga Tingkat Keberhasilan Bayar dalam waktu 90 hari (TKB90) di angka 99,65% per 11 Februari 2026. Adapun Easycash membukukan total pinjaman akumulatif sejak didirikan sebesar Rp 89,89 triliun.
Tercatat, terdapat 4.592 jumlah lender aktif yang menyalurkan pendanaan lewat Easycash.
Selanjutnya: Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil 2026 Lebih Tinggi, Cek Rekomendasi Saham ASII
Menarik Dibaca: Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













