Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara tahunan atau Year on Year (YoY) pada 2026.
PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) memandang proyeksi tersebut sebagai peluang atas potensi pertumbuhan pembiayaan.
Namun EVP Corporate Communication & Strategy ACC, Riadi Prasodjo menilai realisasinya akan sangat bergantung pada sejumlah faktor.
"Misalnya, kondisi makro ekonomi, daya beli masyarakat, serta dinamika sektor otomotif dan pembiayaan," katanya kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Untuk mencapai proyeksi tersebut, Riadi menyampaikan perusahaan akan memaksimalkan beberapa peluang. Dia bilang peluangnya, yaitu diversifikasi produk pembiayaan, penguatan kerja sama dengan mitra dealer, serta optimalisasi pengembangan layanan dan produk.
Meski ada peluang, Riadi mengatakan terdapat juga sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja perusahaan pada 2026. Dia bilang tantangannya, yaitu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas portofolio di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Terkait kinerja, ACC membukukan piutang pembiayaan sebesar Rp 40 triliun pada 2025. Riadi menyampaikan nilainya tumbuh positif, dibandingkan realisasi 2024.
Untuk 2026, Riadi menyebut ACC menargetkan piutang pembiayaan yang bertumbuh dibandingkan realisasi 2025. Dia bilang perusahaan akan menerapkan strategi yang berfokus pada pengembangan produk, layanan inovatif, dan penerapan manajemen risiko yang prudent.
Sebagai informasi, data OJK mencatat, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% secara YoY, dengan nilai mencapai Rp 506,5 triliun pada akhir 2025.
Selanjutnya: CNAF Tawarkan Sukuk Wakalah Tahap IV 2026, Targetkan Dana Rp 900 Miliar
Menarik Dibaca: Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













