Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membidik pertumbuhan pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) sebesar 30% pada 2026. Target agresif tersebut ditempuh melalui penguatan penetrasi pasar di sektor pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Direktur Bank Muamalat Indonesia Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, segmen SME masih menjadi fokus ekspansi perseroan karena memiliki prospek yang menjanjikan dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“Target pertumbuhan itu kami dorong melalui perluasan jangkauan pembiayaan, optimalisasi jaringan kantor, serta digitalisasi proses agar layanan lebih cepat dan mudah diakses nasabah,” ujar Ricky dalam keterangan resminya. Selasa (12/5).
Baca Juga: Transaksi Aplikasi Bank Muamalat Meningkat Didorong Kebutuhan Utilitas Nasabah
Untuk mendukung ekspansi, Bank Muamalat Indonesia saat ini memiliki 224 kantor cabang, termasuk satu kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia. Perseroan juga menyiapkan produk pembiayaan syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di masing-masing sektor.
Selain itu, digitalisasi proses pembiayaan terus diperkuat guna menjangkau calon nasabah di berbagai daerah, terutama wilayah yang belum terlayani jaringan kantor cabang. Perseroan juga menawarkan margin pembiayaan yang kompetitif untuk menjaga daya saing.
Bank Muamalat menilai kualitas aset tetap terjaga. Hingga akhir 2025, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) segmen SME tercatat 0,07%.
Sebagai gambaran, outstanding pembiayaan SME perseroan hingga akhir 2025 mencapai Rp 2,9 triliun atau tumbuh 24% dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk memburu pertumbuhan lebih tinggi pada tahun ini.
Baca Juga: Pembiayaan Bank Muamalat Tumbuh Positif pada Kuartal I-2026, Ditopang Segmen Ritel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












