Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat strategi pengembangan segmen usaha small medium enterprise (SME) dengan memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong digitalisasi layanan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Muamalat dalam memperkuat ekosistem usaha SME dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan SME yang telah disalurkan Bank Muamalat mencapai Rp 3,2 triliun. Nilai tersebut tumbuh 21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Oleh karenanya, bank pertama murni syariah di Indonesia ini berkomitmen memperkuat ekosistem SME, khususnya dari sisi digitalisasi dan pendampingan usaha.
“Bank Muamalat terus memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya melakukan transformasi digital untuk kecepatan transaksi dan proses pembiayaan,” ujar Ricky dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Krom Bank Andalkan Channeling Fintech untuk Genjot Kredit pada 2026
Digitalisasi menjadi salah satu fokus Bank Muamalat untuk meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah. Strategi tersebut terutama diarahkan untuk menjangkau pelaku usaha yang belum tersentuh layanan kantor cabang.
“Dengan akses pembiayaan yang semakin luas dan cepat, sektor SME diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Ricky.
Bank Muamalat Fokus Jaga Kualitas Pembiayaan SME
Selain meningkatkan penyaluran pembiayaan, Bank Muamalat juga menaruh perhatian pada kualitas portofolio pembiayaan SME. Perseroan berupaya menjaga portofolio tetap sehat dengan mengacu pada risk appetite yang acceptable.
Adapun pembiayaan SME Bank Muamalat diarahkan terutama ke sejumlah sektor produktif. Beberapa di antaranya mencakup sektor pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Baca Juga: BNC Bidik Penyaluran Kredit Tembus Rp8 Triliun di 2026
Ricky menambahkan, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan SME sekitar 30% pada tahun ini dibandingkan dengan realisasi pada 2025.
Target pertumbuhan tersebut diyakini dapat dicapai melalui sejumlah strategi, termasuk dengan memperkuat target market pada ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Di samping itu, Bank Muamalat terus mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta jaringan yang dimiliki perseroan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan inovasi sekaligus meningkatkan produktivitas pelaku usaha.
Penguatan pembiayaan SME menjadi bagian dari komitmen Bank Muamalat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir. Sektor SME juga dinilai memiliki peran penting karena mampu menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














