kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan pangkas target kredit tahun 2020


Senin, 13 April 2020 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan pangkas target kredit tahun 2020 karena terdampak virus corona.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah menambah pukulan bagi industri perbankan.

Pandemi tersebut telah mengganggu aktivitas dunia usaha di berbagai sektor yang mengakibatkan terjadinya pemburukan kualitas kredit perbankan dan sekaligus melemahkan permintaan kredit baru.

Kondisi tersebut memaksa perbankan harus melakukan penyesuaian rencana bisnis tahun ini.

Baca Juga: Erajaya Group luncurkan layanan pengantaran, Mobile Selling dan Eraxpress

Meski sejak semula target yang dipasang cukup konservatif karena mewaspadai perlambatan ekonomi global sebagai imbas dari perang dagang sebelumnya, kini target akan diturunkan lebih rendah lagi karena Covid-19 telah menimbulkan pukulan ganda.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), salah satu bank yang bakal merevisi rencana bisnis bank (RBB) tahun ini. Target kredit akan dipangkas lebih moderat seiring dengan penyebaran Covid-19 yang kian meluas.

"Dengan kondisi perlambatan yang terjadi saat ini, kami memperkirakan pertumbuhan kredit BRI tahun ini akan lebih rendah dari target semula," ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI pada Kontan.co.id akhir pekan lalu.

Baca Juga: Langgar sejumlah aturan, OJK kembali bekukan usaha Wannamas Multifinance

Hanya saja, BRI saat ini masih menganalisa dan mengkalkulasi perubahannya. Semula, BRI memasang target pertumbuhan kredit 2020 sebesar 10%-11%.

Sedangkan untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Haru melihat kondisi likuiditasnya masih cukup oke. Oleh karena itu, BRI memperkirakan DPK akan mampu tumbuh menyeimbangi pertumbuhan kredit.

Baca Juga: Bank sistemik menyusut jadi 13 bank

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) baru-baru ini telah merevisi proyeksi pertumbuhan kredit untuk 2020 sejalan dengan kian melambatnya ekonomi karena terpukul Covid-19. Proyeksi semula tumbuh dikisaran 9%-11% dipangkas menjadi 6%-8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×