kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Saudara bidik pertumbuhan kredit 17%


Rabu, 12 Maret 2014 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. Prakiraan cuaca besok Sabtu (22/10) di Jawa dan Bali dari BMKG berawan hingga hujan sedang. Tribun Bali/Andriansyah.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) membidik pertumbuhan bisnis sesuai dengan pasar perbankan. Denny N. Mahmuradi, Direktur Ritel Bank Saudara mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan kredit sebesar 15%-17% untuk tahun 2014 dengan fokus pemberian kredit di segmen konsumer.

"Kami akan menyesuaikan kredit sesuai arahan regulator Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Denny, kemarin malam (11/3), kepada KONTAN. Adapun, pada kinerja tahun 2013, Bank Saudara mencatat pertumbuhan kredit sebesar 17% menjadi Rp 6,20 triliun pada akhir Desember 2013, dibandingkan nilai kredit Rp 5,25 triliun pada Desember 2012.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 20% pada tahun 2014 ini, karena pada tahun lalu DPK hanya tumbuh 9% menjadi Rp 6,22 triliun per Desember 2013, dari sebelumnya Rp 6,8 triliun pada Desember 2012. Akibatnya, rasio pinjaman terhadap simpanan atau LDR naik menjadi 90,59% pada akhir Desember 2013.

Meskipun kredit tumbuh dua digit, bank ini tidak menghasil laba yang menggiurkan. Bank yang ingin dicaplok oleh Bank Woori ini hanya mencatat pertumbuhan laba 4% menjadi Rp 123,67 miliar pada akhir Desember 2013, dari perolehan laba sebesar Rp 118 miliar pada akhir Desember tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×