kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank syariah anak BUMN bersiap terima limpahan aset dari bisnis induk di Aceh


Minggu, 09 Juni 2019 / 21:45 WIB
Bank syariah anak BUMN bersiap terima limpahan aset dari bisnis induk di Aceh

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Syariah anak usaha perbankan pelat merah terus mempersiapkan diri untuk menampung pengalihan aset dari bisnis induknya di Aceh terkait dengan implementasi Qanun 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Qanun tersebut sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada November 2018. Tiga tahun setelah beleid syariah ini sah, seluruh lembaga jasa keuangan di Provinsi Aceh harus menganut prinsip syariah.


PT BRI Syariah Tbk (BRIS) misalnya optimis kinerja perseroan di paruh kedua tahun ini akan lebih baik karena didukung mulai adanya limpahan aset dari BRI di Aceh. "Mulai semester II kami perkirakan kinerja akan tumbuh lebih bagus karena kesempatan mengenai Qanun." kata Ngatari, Direktur Utama BRI Syariah pada Kontan.co.id baru-baru ini.

Ngatari bilang, potensi pertumbuhan perseroan ke depan akan semakin besar karena pangsa pasar induknya di Aceh saat ini lebih dari 50% baik dari sisi simpanan maupun pinjaman. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total nilai aset BRI yang akan dilimpahkan ke perseroan.

Sementara Bank Mandiri Syariah baru akan mulai menerima limpahan aset induknya awal tahun depan. Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari bilang, saat ini kedua belah baru melakukan persiapan saja. "Tahun ini masih persiapan semuanya karena menyangkut pelimpahan pembiayaannya, dananya, asetnya, dan orangnya. Jadi masih masa transisi." ungkapnya.

Toni memperkirakan total aset yang akan dialihkan dari Bank Mandiri ke Mandiri Syariah sekitar Rp 4 triliun. Limpahan aset itu menurutnya masih kecil jika dibanding dengan aset perseroan saat ini yang sudah mencapai sekitar Rp 98,5 triliun.

Sementara aset PT Bank Negara Indonesia Tbk di Aceh yang akan dialihkan ke BNI Syariah diperkirakan sekitar Rp 3,5 triliun- Rp 3,6 triliun. Limpahan aset tersebut diperkirakan bisa membantu BNI Syraih naik menjadi bank Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III tahun ini tanpa melakukan Initial Public Offering (IPO)

Adapun modal inti BNI Syariah saat ini mencapai Rp 4,1 triliun. Ada kekurangan Rp 900 miliar lagi yang yang dicari untuk bisa mencapai BUKU III dengan modal inti minimal Rp 5 triliun. Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta sebelumnya mengatakan, IPO kemungkinan akan ditunda dengan adanya rencana inbreng aset tersebut.





Close [X]
×