kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kantongi Laba Rp 1,16 Triliun Hingga Februari 2025


Jumat, 04 April 2025 / 08:06 WIB
Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kantongi Laba Rp 1,16 Triliun Hingga Februari 2025
ILUSTRASI. Karyawan menunjukan uang pecahan seratus ribu di BSI Kantor Cabang The Tower, Jakarta, Kamis (13/3/2025). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mengawali dua bulan pertama di 2025 dengan kinerja yang positif dengan pertumbuhan laba 10%.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mengawali dua bulan pertama di 2025 dengan kinerja yang positif. Setidaknya, pertumbuhan laba BSI lebih tinggi dibandingkan bank-bank milik negara lainnya.

Per Februari 2025, bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp 1,16 triliun. Pencapaian tersebut meningkat sekitar 10% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Memang, jika dibandingkan posisi Januari 2025, ada sedikit perlambatan untuk laju pertumbuhan laba BSI. Di mana, pada Januari 2025, laba BSI mampu naik hingga 15% secara tahunan menjadi Rp 590 miliar.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BRIS) Targetkan Free Float Capai 20% di Era Prabowo-Gibran

Pada periode Januari-Februari 2025, BSI mencatatkan pendapatan setelah distribusi bagi hasil senilai Rp 3,01 triliun. Catatan tersebut mengalami peningkatan dari periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 2,79 triliun.

Selanjutnya, pendapatan berbasis komisi atau fee yang dicatatkan bank berkode saham BRIS ini juga mengalami kenaikan. Di mana, kenaikannya cukup signifikan mencapai 71,05% secara tahunan menjadi Rp 516,73 miliar.

Meski demikian, sama dengan beberapa bank besar lainnya, emiten dengan kode saham BRIS ini juga mencatatkan kenaikan beban provisi. Pada periode yang sama, beban provisi BSI tercatat senilai Rp 487,25 miliar atau naik 26,62% secara tahunan.

 

Untuk menjalankan fungsi intermediasinya sendiri, BSI telah menyalurkan pembiayaan di dua bulan pertama tahun ini senilai Rp 282,05 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya total pembiayaan BSI senilai Rp 241,73 triliun.

Baca Juga: Sejak Berdiri, Bank Syariah Indonesia (BSI) Telah Bayar Zakat Rp 787 Miliar ke Baznas

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tercatat senilai Rp 318,99 triliun pada periode yang sama. DPK tersebut mengalami kenaikan sekitar 10% jika dibandingkan secara tahunan.

Sayangnya, hal tersebut tak sejalan dengan pergerakan saham bank syariah ini. Saham BSI justru tercatat masih mengalami koreksi jika melihat secara year to date sebanyak 14,29% dan kini berada di level Rp 2.340 per saham.

Selanjutnya: Tarif Impor AS Bikin Industri Alas Kaki Kesulitan, Produk China Kian Mengancam

Menarik Dibaca: Cara Reset Explore Instagram dalam 5 Menit, Ini Trik yang Perlu Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×