kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.287   -40,68   -0,56%
  • KOMPAS100 1.135   -6,66   -0,58%
  • LQ45 913   -7,62   -0,83%
  • ISSI 218   -0,54   -0,25%
  • IDX30 454   -4,16   -0,91%
  • IDXHIDIV20 544   -4,77   -0,87%
  • IDX80 128   -0,97   -0,75%
  • IDXV30 127   -0,16   -0,12%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,99%

Bank Victoria membidik kredit tumbuh 15%


Sabtu, 19 Mei 2018 / 08:40 WIB
Bank Victoria membidik kredit tumbuh 15%


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Victoria Internasional Tbk ingin tancap gas meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan. Maklum, bank milik Victoria Investama ini mencatat penurunan laba bersih sebanyak 15,75% atau menjadi Rp 57,14 miliar di kuartal I-2018.

Wakil Direktur Utama Bank Victoria Rusli mengatakan, pihaknya akan mendorong rasio profitabilitas untuk meningkatkan laba. Salah satunya, Bank Victoria akan meningkatkan rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

"Ke depan, kami akan meningkatkan NIM pada level 2,5%-3%," katanya, Jumat (18/5). Bank Victoria mencatat NIM 2,46% di kuartal I 2018. Sementara, untuk ROA dan ROE, bank ini menargetkan masing-masing berada di atas 1% dan 10%.

Agar NIM membesar, Bank berkode saham BVIC membidik pertumbuhan kredit 15% di tahun 2018. Pada kuartal pertama, Bank Victoria mencatat pertumbuhan kredit dua digit. Diperiode itu, penyaluran kredit mencapai Rp 16,14 triliun per kuartal I-2018, atau naik 24,7% dibandingkan posisi Rp 12,95 triliun di kuartal I-2017.

Kendati kredit dipatok tumbuh tinggi, BVIC justru akan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di bawah realisasi pertumbuhan kredit. Ini dilakukan guna meningkatkan rasio dana terhadap pembiayaan alias loan to financing ratio (LFR) agar berada di level 70%-75% sampai akhir tahun.

Lewat perolehan kredit dan DPK pada kuartal pertama 2018, total aset Bank Victoria turut meningkat sebesar 10,35%. Yakni dari Rp 25,44 triliun pada kuartal I 2017 menjadi Rp 28,08 triliun di kuartal I 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×