kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Moody’s Kerek Outlook Bank Permata Jadi Stabil di Level Baa1


Kamis, 23 April 2026 / 16:08 WIB
Moody’s Kerek Outlook Bank Permata Jadi Stabil di Level Baa1
ILUSTRASI. Moody's menaikkan outlook Bank Permata jadi stabil.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Pemeringkat Moody's resmi menaikkan outlook peringkat PT Bank Permata Tbk menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Pada saat yang sama, Moody’s menegaskan peringkat deposito jangka panjang bank ini di level Baa1.

Perubahan outlook ini mengikuti perbaikan prospek induk usaha Bank Permata, yakni Bangkok Bank Public Company Limited (BBL), yang juga mendapat outlook stabil seiring dengan membaiknya prospek pemerintah Thailand.

Selain itu, Moody’s juga menaikkan Baseline Credit Assessment (BCA) Bank Permata menjadi baa2 dari sebelumnya baa3, mencerminkan penguatan fundamental keuangan Bank Permata.

Baca Juga: Begini Cara Surya Fajar Sekuritas Sikapi Dana Mengendap Nasabah

Moody’s menilai, peringkat Bank Permata tetap ditopang oleh probabilitas dukungan yang sangat tinggi dari induknya, BBL. Kepemilikan mayoritas dan posisi strategis Bank Permata dalam grup menjadi faktor utama penopang rating.

Dari sisi fundamental, Bank Permata dinilai memiliki permodalan dan likuiditas yang sangat kuat. Hingga akhir 2025, rasio modal inti terhadap aset tertimbang menurut risiko mencapai 25%, sementara likuiditas inti berada di level 32,1%.

Namun demikian, kualitas aset masih menjadi catatan. Rasio kredit bermasalah (stage 3 loan) tercatat membaik menjadi 2,8% pada akhir 2025, dari 2,9% tahun sebelumnya.

Meski begitu, tekanan masih terlihat dari segmen ritel yang berpotensi memicu kenaikan risiko kredit dalam 12 bulan–18 bulan ke depan.

Moody’s memperkirakan profitabilitas Bank Permata akan sedikit menurun pada 2026. Return on assets (ROA) diproyeksikan berada di kisaran 1,2%, turun dari 1,3% pada 2025, seiring normalisasi pendapatan dan tekanan biaya kredit.

Meski begitu, margin bunga bersih (NIM) diperkirakan tetap stabil, didukung ekspansi ke segmen kredit dengan yield lebih tinggi serta penurunan biaya dana.

 

Ke depan, kinerja Bank Permata masih akan dipengaruhi kondisi makroekonomi, termasuk dinamika global dan risiko di sektor energi serta rantai pasok.

Moody’s menegaskan, potensi kenaikan rating relatif terbatas karena sangat bergantung pada profil kredit BBL dan sovereign rating. Sebaliknya, penurunan rating bisa terjadi jika dukungan induk melemah atau kualitas aset memburuk signifikan.

Dengan total aset mencapai Rp 268,3 triliun per akhir 2025, Bank Permata dinilai tetap memiliki fundamental yang solid, meski tantangan dari sisi kualitas aset dan ekspansi bisnis masih perlu dicermati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×