Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Selvi Mayasari | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hanya berhasil menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 40,3 triliun sepanjang 2025. Realisasi new booking KPR tersebut susut 10,04% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 44,8 triliun.
Namun, pada saat yang sama, pembayaran KPR dari nasabah alias run off justru meningkat. Dalam laporannya, Selasa (27/1/2026), BCA menyebut nasabahnya melakukan run off KPR sebesar Rp 33,6 triliun tahun lalu, meningkat 7,3% dari tahun 2024 yang hanya mencapai Rp 31,3 triliun.
Alhasil, outstanding KPR BCA per akhir 2025 hanya tumbuh sebesar 5% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 142,3 triliun. Realisasi pertumbuhan ini melambat dari tahun sebelumnya yang tumbuh 11,2%.
Jika dirinci, sebesar 38,7% outstanding KPR BCA berasal dari Jakarta dan pada tahun lalu hanya mencatatkan pertumbuhan 5,2% secara YoY. Sementara KPR dari wilayah Jawa selain Jakarta tumbuh 5,9% dan menyumbang 35,8% terhadap total portofolio. Adapun KPR dari luar Jawa tumbuh 6,1% YoY dan menyumbang 25,5% terhadap total KPR BCA.
Baca Juga: BCA Bidik Kredit Tumbuh di Kisaran 8%–10% di Tahun 2026
Tahun ini, EVP Consumer Loan BCA Welly Yandoko mengatakan bahwa BCA optimistis prospek penyaluran KPR menguat meskipun daya beli masyarakat masih menghadapi tantangan. Pasalnya, di akhir tahun lalu sudah mulai terlihat peningkatan realisasi KPR baru, terutama dari pembelian rumah melalui developer yang memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP).
“Di akhir 2025 realisasi KPR baru mulai meningkat. Kami berharap tren ini berlanjut dan meningkat pada 2026, meski tantangan masih ada,” ujar Welly kepada KONTAN, Rabu (14/1).
BCA juga berharap minat investor terhadap sektor properti kembali menguat pada 2026, seiring properti masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil jangka panjang.
Namun, Welly tak merinci angka pertumbuhan KPR yang dibidik BCA tahun ini. Ia hanya menyebut bahwa pihaknya membidik pertumbuhan KPR sejalan dengan pertumbuhan industri dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: BCA Optimistis Kredit Perbankan Masih Berpeluang Tumbuh Double Digit pada 2026
Sementara itu, BCA telah mematok target pertumbuhan kredit secara keseluruhan tahun ini sekitar 8%–10%. Target ini lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit BCA tahun 2025 sebesar 7,7%.
Welly bilang, BCA akan mendorong kredit konsumer melalui penawaran suku bunga spesial serta berbagai program dan pameran properti, termasuk BCA Expoversary yang digelar pada 5–8 Februari 2026.
Dari sisi segmen, BCA tidak membidik target khusus dan memilih menjangkau pasar secara luas. Strateginya dilakukan dengan meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kerja sama dengan developer dan broker terpercaya, serta mengoptimalkan jaringan kantor cabang di seluruh Indonesia.
Selanjutnya: Pengendali Baru Techno9 (NINE), Poh Investments Rampungkan Tender Offer
Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan! Promo Alfamart Serba Gratis Berakhir 31 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













