Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tetap optimistis terhadap prospek penyaluran kredit konsumer, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) pada 2026, meskipun daya beli masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan.
EVP Consumer Loan BCA, Welly Yandoko, mengatakan bahwa pada akhir 2025 perseroan mulai melihat adanya peningkatan realisasi KPR baru, terutama yang berasal dari pembelian rumah dari developer. Peningkatan tersebut turut didorong oleh pemanfaatan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP).
“Di akhir 2025 ada peningkatan realisasi KPR baru, terutama dari pembelian rumah dari developer yang memanfaatkan benefit PPN-DTP. Kami berharap kondisi ini bisa berlanjut dan meningkat di 2026, meskipun tantangan masih ada,” ujar Welly kepada kontan.co.id, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, pada 2026 BCA juga berharap minat investor kembali menguat terhadap sektor properti, seiring properti masih dipandang sebagai instrumen investasi yang mampu memberikan imbal hasil yang menarik dalam jangka panjang.
Baca Juga: Likuiditas Valas BCA Stabil hingga Kuartal III-2025: DPK Tumbuh, Kredit Valas Naik
“Kami berharap investor kembali melirik properti sebagai salah satu instrumen investasi yang menghasilkan return yang baik,” tambahnya.
Dalam menghadapi 2026, BCA menargetkan pertumbuhan KPR yang sejalan dengan pertumbuhan industri, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Untuk mendorong pertumbuhan kredit konsumer, BCA akan terus menawarkan produk dan layanan KPR yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Strategi tersebut antara lain melalui penawaran suku bunga spesial serta penyelenggaraan berbagai kegiatan dan pameran properti guna meningkatkan minat masyarakat untuk membeli rumah. Salah satu agenda utama adalah BCA Expoversary yang dijadwalkan berlangsung pada 5–8 Februari 2026.
“Kami konsisten menghadirkan program dan event untuk mendorong minat beli masyarakat, salah satunya BCA Expoversary yang banyak ditunggu,” jelas Welly.
Dari sisi segmen, BCA tidak menetapkan target khusus pada kelompok tertentu. Perseroan memilih untuk menjangkau pasar secara luas dengan meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kerja sama dengan developer dan broker properti yang terpercaya, serta mengoptimalkan jaringan kantor cabang BCA yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, BCA juga terus mempercepat digitalisasi layanan KPR secara end-to-end, baik sebagai kanal penjualan digital melalui rumahsaya.bca.co.id, maupun digitalisasi proses kredit untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, khususnya segmen digital savvy.
Sebagai catatan kinerja, hingga September 2025, KPR BCA tercatat tumbuh 6,4% secara year-on-year (YoY). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 10,7%. BCA memperkirakan, hingga akhir 2025, pertumbuhan KPR akan mengalami sedikit koreksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, BCA tetap optimistis momentum pertumbuhan KPR dapat kembali menguat pada 2026 seiring membaiknya sentimen properti dan dukungan kebijakan pemerintah.
Selanjutnya: Astra (ASII) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat Dari Jadwal, Ini Alasannya
Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1, Berlaku sampai 15 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
