Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyambut positif implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border di Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan konektivitas sistem pembayaran yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.
Dukungan ini menjadi komitmen BCA untuk memenuhi kebutuhan nasabah saat bertransaksi di luar negeri.
“BCA siap mendukung implementasi layanan QRIS Cross Border di Korea Selatan. Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia dalam mengembangkan QRIS Cross Border sebagai solusi pembayaran yang mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong dalam siaran pers, Jumat (17/4).
Baca Juga: CIMB Niaga Buka Suara Soal Aturan Lapor Data Kartu Kredit ke Dirjen Pajak
Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan secara resmi diluncurkan pada 1 April 2026. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional.
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Bank of Korea untuk menghadirkan sistem pembayaran lintas negara yang lebih efisien dan inklusif.
Secara keseluruhan, QRIS Cross Border kini telah digunakan di lima negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Bank Indonesia mengungkapkan hingga awal 2026, total transaksi QRIS lintas negara mencapai lebih dari 7,6 juta transaksi. Transaksi itu terdiri dari 5,9 juta transaksi inbound dan 1,7 juta transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di luar negeri.
BCA turut memberikan kontribusi bagi perkembangan transaksi QRIS Cross Border tersebut. Berdasarkan penggunaannya di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, volume transaksi QRIS Cross Border yang diproses sistem BCA meningkat 185% secara tahunan (YoY) per akhir Desember 2025. Di periode yang sama, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp632 miliar, atau meningkat 148% YoY.
“Sejauh ini, QRIS Cross Border telah mendukung kebutuhan nasabah yang beraktivitas di luar negeri, mulai dari transaksi ritel harian, konsumsi, hingga pembayaran di sektor pariwisata dan gaya hidup. BCA senantiasa berkomitmen mengembangkan dan memperluas layanan digital guna memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” tambah Hendra Lembong.
Baca Juga: Mayoritas Fintech Lending Banding Putusan KPPU, Industri Hadapi Tantangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













