kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Beda Nasib dengan Bank Konvensional, Saham-Saham Perbankan Syariah Belum Bertenaga


Rabu, 04 September 2024 / 20:50 WIB
Beda Nasib dengan Bank Konvensional, Saham-Saham Perbankan Syariah Belum Bertenaga
ILUSTRASI. Aset Perbankan Syariah: Suasana di Banking Hall Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Senin (6/5/2024). Alih-alih mengikuti nasib saham bank konvensional yang terkerek dengan potensi adanya penurunan suku bunga akhir-akhir ini.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Ia mencontohkan BANK yang sejatinya memiliki potensi yang menarik di masa yang akan datang.

Mengingat, BANK ini menjadi satu-satunya emiten bank digital syariah dan menurut Nico, ini bisa menjadi momentum yang positif.

“Benar-benar menarik, nanti akan jadi bank syariah masa depan. Karena Bank Digital Syariah pertama ya dengan catatan, dia punya model bisnis yang baik,” tambahnya.

Baca Juga: Perbankan Besar Mulai Racik Ulang Anak Usahanya, Ada Apa?

Untuk saat ini, Nico pun masih merekomendasikan jika ingin mengoleksi emiten bank syariah adalah BRIS. Di mana, ia melihat masih ada potensi kenaikan terbatas hingga akhir tahun dengan target harga Rp 2.850 per saham.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta bilang kalau ingin mengoleksi emiten bank syariah memang harus lebih selektif. Sebab, jika dilihat dari sisi likuiditas sahamnya, bank syariah ini kalah dengan bank-bank konvensional, terlebih KBMI 4.

Nafan sendiri melihat saat ini satu-satunya emiten bank syariah yang saat ini masih likuid adalah BRIS. Menurut Nafan, BRIS benar-benar bisa menguasai peta industri perbankan syariah tanah air saat ini dan tak ada pesaing. “Tren saat ini memang agak sideways tapi secara jangka panjang masih bisa uptrend,” ujarnya.

Baca Juga: Siasat Bank Mitigasi Risiko Likuiditas Jika Nasabah DPK Wholesale Tarik Dana Jumbo

Oleh karenanya, ia merekomendasikan untuk akumulasi buy BRIS dengan target harga mencapai Rp 3.000 per saham. Mengingat, fundamental kinerjanya pun masih lebih baik jika dibandingkan emiten bank syariah lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×