kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Begini antisipasi BNI menangkal serangan peretas


Senin, 12 Maret 2018 / 16:23 WIB
ILUSTRASI. PEMOTONGAN DI REKENING TAPLUS BNI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku sudah menyiapkan antisipasi terkait potensi pembobolan akun karena ulah peretas. Antisipasi ini dilakukan baik secara internal maupun eksternal melalui edukasi nasabah.

Dadang Setiabudi, SEVP Digital Banking BNI bilang, secara reguler mengedukasi nasabah agar tidak memberikan informasi rahasia kepada siapapun.

"Termasuk user password, PIN dan OTP," kata Dadang kepada kontan.co.id, Senin (12/3). Untuk aplikasi atau transaksi Bank BNI mengaku telah menerapkan dua faktor otentifikasi seperti pin, password transaksi, dan one time password (OTP).

Selain itu bank juga memperhatikan aspek proses atau prosedur transaksi. Untuk transaksi dalam jumlah tertentu misalnya harus ada konfirmasi dari pemilik akun secara langsung.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri menangkap seorang tersangka berinisial BFH karena terkait pembobolan Bank DBS Singapura.

Tersangka diketahui berstatus ibu rumah tangga, yang diperalat suaminya yang berkewarganegraan Afrika. Pembobolan ini bermodus pembajakan email (email hijacking) dengan nilai kerugian US$ 1,86 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×