Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah lembaga pemeringkat global bergantian menurunkan outlook pasar keuangan Indonesia serta sejumlah saham perusahaan domestik di sektor perbankan.
Namun, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso menilai hal itu lebih dipengaruhi kondisi eksternal global yang menekan ekonomi domestik.
Menurut Santoso, pemeringkatan yang dilakukan sejumlah lembaga global, termasuk Moody’s dan Fitch, tak mencerminkan kinerja atau kondisi internal pelaku industri perbankan di dalam negeri.
“Ini bukan masalah pemainnya, bukan dari bank atau yang menerbitkan saham. Tapi lebih kepada kondisi global yang memengaruhi Indonesia,” ujar Santoso saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Direktur BCA Beberkan Dampak Geopolitik ke Perbankan, Ini Sektor yang Jadi Perhatian
Menurutnya, dinamika ekonomi global saat ini mendorong sebagian investor asing untuk melakukan penyesuaian portofolio, termasuk menarik dana dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang kemudian berdampak pada persepsi risiko terhadap industri keuangan domestik. “Beberapa investor asing mencoba menarik diri karena melihat situasi global dan melakukan antisipasi secara internal,” jelasnya.
Santoso menambahkan, struktur pasar modal Indonesia yang masih didominasi investor global juga membuat pergerakan pasar sangat sensitif terhadap sentimen eksternal.
Dengan demikian, perubahan outlook oleh lembaga pemeringkat global perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari dinamika ekonomi global, bukan semata-mata cerminan kondisi fundamental nasional.
“Investor saham di Indonesia banyak yang global. Itu yang mendorong market, jadi harus dilihat secara global,” imbuhnya.
Baca Juga: Cermati Kenaikan Risiko, Bank Sampoerna Tetap Komitmen Salurkan Kredit UMKM
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fundamental perbankan nasional masih cukup kuat dan tidak mengalami perubahan signifikan akibat sentimen tersebut.
BCA pun tetap optimistis industri perbankan mampu menjaga kinerja di tengah ketidakpastian global, seiring dengan pengelolaan risiko yang prudent dan kondisi domestik yang relatif stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













