kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.853   -56,00   -0,33%
  • IDX 8.877   -115,29   -1,28%
  • KOMPAS100 1.228   -11,32   -0,91%
  • LQ45 869   -5,91   -0,68%
  • ISSI 327   -2,84   -0,86%
  • IDX30 446   -2,30   -0,51%
  • IDXHIDIV20 529   0,63   0,12%
  • IDX80 136   -1,27   -0,92%
  • IDXV30 147   0,37   0,26%
  • IDXQ30 144   0,07   0,05%

Begini Strategi ACA agar Ekuitas Tetap Terjaga hingga Akhir 2026


Rabu, 22 Oktober 2025 / 06:04 WIB
Begini Strategi ACA agar Ekuitas Tetap Terjaga hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan asuransi untuk memenuhi ekuitas minimum sebesar Rp 250 miliar paling lambat pada 31 Desember 2026.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menerapkan sejumlah strategi agar ekuitas tetap terjaga hingga akhir 2026. Ini dilakukan lantaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan asuransi untuk memenuhi ekuitas minimum sebesar Rp 250 miliar paling lambat pada 31 Desember 2026. 

Kepala Divisi Corporate Communication Asuransi Central Asia Ody Mahendra Rajasa mengatakan, upaya yang dilakukan adalah berfokus menerapkan kebijakan underwriting yang disiplin dan manajemen risiko.

"Selain itu, melakukan optimalisasi hasil investasi yang berkualitas, serta kebijakan yang selaras dengan kebutuhan permodalan," ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga: ACA Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Premi hingga Akhir 2025

Ody tak memungkiri bahwa industri asuransi memang sedang menghadapi tantangan dalam meningkatkan permodalan, antara lain dinamika pasar keuangan, kebutuhan penyesuaian akuntansi atau regulasi, serta kurasi kualitas aset. Namun, dia optimistis ACA dapat tetap menjaga permodalan hingga akhir 2026.

Sementara itu, Ody menyampaikan berdasarkan laporan keuangan, ACA mencatatkan ekuitas sebesar Rp 8,35 triliun per September 2025. Artinya, ACA sudah jauh melampaui ekuitas minimum sebesar Rp 250 miliar yang dicanangkan OJK untuk 2026.

Adapun rasio pencapaian solvabilitas atau dikenal dengan Risk Based Capital (RBC) ACA mencapai 432% per September 2025. Angka itu berada di atas ketentuan minimum OJK yang sebesar 120%. Ody mengatakan ekuitas yang tebal dan RBC di atas ketentuan mencerminkan perusahaan memiliki ruang penyangga permodalan yang kuat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×