kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Beli Obligasi, Jamsostek Minta Karyawan PLN Jadi Peserta Asuransi


Selasa, 14 Juli 2009 / 18:04 WIB
Beli Obligasi, Jamsostek Minta Karyawan PLN Jadi Peserta Asuransi


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) siap membenamkan lagi investasinya pada instrumen obligasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di 2009 ini, asalkan perusahaan setrum itu bersedia menyertakan seluruh karyawannya dalam program Jamsostek.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga bilang, sampai saat ini, Jamsostek sudah membenamkan dana investasi senilai Rp 2,2 triliun pada obligasi PLN. "Yang terakhir, awal tahun ini kami membeli obligasi PLN senilai Rp 600 miliar," kata Hotbonar di kantor Kementerian Negara BUMN, Jakarta, Selasa (14/7).

Hotbonar mengakui, selama ini ada semacam resistensi dari pegawai untuk mengikuti program Jamsostek, terutama datang dari kalangan serikat pekerja PLN.

"Awal tahun ini, kami pernah mengimbau manajemen PLN untuk mengikutsertakan seluruh karyawannya dalam program Jamsostek, tapi sampai sekarang belum terealisasi," kata Hotbonar.

Apabila karyawan masih berat membayar iuran, Jamsostek menyarankan program ini dimulai dari perusahaan, di mana manajemen membayar iuran karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan.

Menurut Hotbonar, PLN membayar iuran karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan sebesar 4,24% per bulan dari total gaji karyawan. Rinciannya, 3,7% iuran jaminan hari tua, 0,3% iuran kematian, dan 0,24% iuran kecelakaan kerja.

Hotbonar mencontohkan, dengan asumsi total gaji karyawan PLN Rp 100 miliar per bulan, maka PLN hanya menyiapkan iuran Jamsostek Rp 4 miliar per bulan. "Jumlah ini masih lebih kecil dibandingkan investasi kami di obligasi PLN senilai Rp 2,2 triliun," ucap Hotbonar.

Hotbonar menambahkan, permintaan agar PLN mengikutsertakan seluruh karyawannya dalam program Jamsostek semata-mata untuk menggenjot keikutsertaan aktif Jamsostek.

Maklum, sampai Juni 2009, jumlah peserta aktif Jamsostek hanya 8,2 juta orang. Tahun ini, Jamsostek mematok target total peserta aktif mencapai 9 juta orang, atau bertambah 800.000 peserta. "Target ini cukup realistis, mengingat peserta aktif tiap tahun berkurang akibat PHK," tutur Hotbonar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×