kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Bencana Banjir Aceh–Sumatra Berpotensi Memicu Lonjakan Klaim Reasuransi


Senin, 22 Desember 2025 / 14:54 WIB
Bencana Banjir Aceh–Sumatra Berpotensi Memicu Lonjakan Klaim Reasuransi
ILUSTRASI. Banjir dan longsor di Aceh-Sumatra berpotensi pengaruhi reasuransi nasional. Pengamat menyebut klaim masih dinamis. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)


Reporter: Albar Maulana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dinilai berpotensi berdampak signifikan terhadap industri reasuransi nasional. Namun, hingga saat ini besaran nilai klaim yang masuk masih bersifat dinamis.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, keterbatasan akses komunikasi dan masih terisolasinya sejumlah daerah membuat laporan klaim ke perusahaan asuransi belum sepenuhnya masuk. Kondisi ini turut menahan realisasi klaim yang diteruskan ke perusahaan reasuransi.

“Dampak bencana cukup signifikan, namun jumlah nominalnya masih sangat dinamis karena laporan yang masuk ke perusahaan asuransi masih sangat terbatas,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: BSN Resmi Beroperasi, Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional

Meski demikian, Irvan memperkirakan jumlah dan nilai klaim berpotensi meningkat seiring terbukanya akses ke wilayah terdampak. Terutama, klaim dari lini asuransi jiwa dan asuransi harta benda, seperti rumah dan kendaraan, diperkirakan akan mulai tercatat setelah daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi dapat dijangkau.

Menurutnya, lini bisnis yang paling terdampak akibat bencana di Aceh dan Sumatra meliputi asuransi jiwa, asuransi properti, dan asuransi kendaraan. 

Di sisi lain, Irvan mengatakan kinerja perusahaan reasuransi dalam memenuhi target premi saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan asuransi sendiri dan keterbatasan daya tampung risiko.

“Faktor yang paling mempengaruhi kinerja perolehan premi reasuransi saat ini terutama dari kinerja perusahaan asuransi sendiri dan keterbatasan daya tampung risiko perusahaan asuransi sehingga membutuhkan lebih banyak dukungan reasuransi,” jelas Irvan.

Baca Juga: Pembiayaan Mobil Baru CNAF Capai Rp 2,51 Triliun hingga November 2025

Ke depan, prospek industri reasuransi dinilai masih terbuka, namun membutuhkan penguatan fundamental. Irvan menekankan pentingnya peningkatan tata kelola reasuransi, penguatan kapasitas daya tampung reasuransi dengan meningkatkan kapasitas retrosesi (reasuransi atas reasuransi), dan pengelolaan investasi yang lebih optimal.

Selanjutnya: Promo Minyak Goreng Hemat di Indomaret 18-24 Desember 2025, Sunco Hingga Filma

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 22-25 Desember 2025, Es Krim-Aneka Jamur Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×