kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Berbagai Modus Penipuan Online Incar Nasabah Bank, BWS Imbau Masyarakat Waspada


Jumat, 13 Maret 2026 / 16:55 WIB
Berbagai Modus Penipuan Online Incar Nasabah Bank, BWS Imbau Masyarakat Waspada
ILUSTRASI. Bank Woori Saudara (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Transformasi digital di sektor keuangan menyebabkan akses layanan perbankan semakin mudah dan efisien. Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang terus berkembang.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, sejak pendirian Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada November 2024 hingga Januari 2026, lembaga tersebut telah menerima 432.637 pengaduan penipuan. Adapun kerugian mencapai Rp 9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang berhasil diblokir mencapai Rp 436,88 miliar.

Salah satu modus yang marak adalah penipuan dengan menyamar sebagai contact center bank atau impersonation scam. Pelaku biasanya menakut-nakuti korban dengan alasan ada transaksi mencurigakan lalu meminta data rahasia seperti PIN, CVV kartu, kode OTP, hingga user ID dan password mobile banking.

Modus lain yang juga kerap terjadi adalah fake caller ID, yakni teknik spoofing yang membuat nomor telepon pelaku terlihat seperti nomor resmi bank. Selain itu, penipu juga menggunakan phishing dengan mengirim tautan yang menyerupai situs resmi bank untuk mencuri data login nasabah.

Baca Juga: Nasabah Bank Digital Terus Bertambah, Namun Rasio Pengguna Aktif Masih di Bawah 50%

Penipuan melalui media sosial dan iklan palsu juga masih marak. Pelaku membuat akun yang menyerupai akun resmi bank atau menampilkan call center palsu di hasil pencarian internet.

Merespons maraknya modus tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi bank. Bank juga menegaskan tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah dalam kondisi apa pun.

Analis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga menilai, literasi digital nasabah menjadi kunci dalam menekan risiko kejahatan siber.  "Edukasi kepada nasabah perlu berjalan seiring dengan penguatan sistem keamanan internal bank agar potensi fraud dapat diminimalkan," kata Aditya, dalam keterangannya, Jumat (13/3). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×