kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Berikut Tantangan Jasindo Syariah Dalam Meningkatkan Kontribusi Tahun Ini


Minggu, 05 Juli 2026 / 12:14 WIB
Berikut Tantangan Jasindo Syariah Dalam Meningkatkan Kontribusi Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Asuransi Jasindo Syariah membeberkan sejumlah tantangan yang menghadang dalam meningkatkan kontribusi atau premi pada tahun ini. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasindo Syariah membeberkan sejumlah tantangan yang menghadang dalam meningkatkan kontribusi atau premi pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah Wahyudi mengatakan salah satu tantangannya adalah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai dinamika.

"Hal itu menyebabkan masyarakat maupun pelaku usaha lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, termasuk untuk kebutuhan perlindungan asuransi," katanya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, Wahyudi menerangkan tingkat penetrasi dan literasi asuransi syariah di Indonesia yang masih relatif rendah juga menjadi tantangan. Meski potensi pasarnya sangat besar, dia bilang masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat, mekanisme, serta nilai tambah asuransi syariah, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih masif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Avrist Perluas Dampak Positif Lewat Solusi Perlindungan

Tantangan lainnya, yakni persaingan di industri asuransi juga makin kompetitif, baik dari sesama perusahaan asuransi syariah maupun perusahaan asuransi konvensional. Di tengah persaingan tersebut, Wahyudi mengatakan perusahaan asuransi dituntut tidak hanya mampu meningkatkan volume bisnis, tetapi juga menjaga kualitas underwriting.

"Upaya itu dilakukan agar pertumbuhan premi tetap diiringi dengan profitabilitas dan kesehatan keuangan yang berkelanjutan," tutunrya.

Wahyudi menambahkan, implementasi penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta pemenuhan ketentuan permodalan menjadi tantangan, sekaligus momentum bagi industri untuk tumbuh lebih sehat dan berdaya saing. 

Dia menjelaskan penguatan permodalan akan mendorong peningkatan kapasitas underwriting, yang didukung melalui optimalisasi reasuransi syariah, serta kolaborasi antarperusahaan di industri. Dengan kapasitas yang makin kuat, perusahaan asuransi syariah diharapkan mampu menangani risiko dengan nilai pertanggungan yang lebih besar, sehingga dapat memperluas peluang bisnis. 

Baca Juga: Manajer Investasi Mulai Lirik Bisnis Dana Pensiun, Ini Tantangannya

Oleh karena itu, Wahyudi menyampaikan pertumbuhan kontribusi diharapkan tidak hanya berorientasi pada kuantitas ke depannya, tetapi juga kualitas bisnis yang sehat, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi syariah. 

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Jasindo Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp 103,34 miliar per Mei 2026. Adapun beban klaim tercatat sebesar Rp 48,66 miliar per Mei 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×